ISLAM DAN DEMOKRASI

Islam dan sistem demokrasi
Oleh – Dr Abdel Moneim Abul Futouh

Pemikir Islam dan Sekretaris-Jenderal Persatuan Dokter Arab

Dr Abdel Moneim Abul Futouh
Demokrasi model Barat adalah sistem yang berhubungan dengan asal-usul negara Eropa modern dalam konteks pembangunan ekonomi dan sosial, sehingga terjadi revolusi industri dan perubahan berikutnya dalam struktur masyarakat dan kekuasaan dan hubungan mereka dengan penyebaran pemikiran pencerahan, demokrasi adalah mekanisme sistem pemerintahan pada umumnya, dan sebuah mekanisme untuk membatasi praktek kekuasaan agar mampu mencapai tegaknya keadilan di antara manusia dalam pembagian tugas dan hak-hak .. Dan menjamin kebebasan dan pelaksanaannya agar dapat ditransfer dari makna verbal abstrak ke aplikasi dunia nyata ..
Terungkap bahwa Barat memerlukan demokrasi sebagai kerangka peraturan untuk memecahkan banyak masalah yang dihadapi dalam perjalan dan untuk kemajuan karena itu sandarannya dari segi politik, ekonomi dan organisasi masyarakat.
Maka apakah umat Islam dilarang mengambil keberadaannya atas batasan dalam kata-kata mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill (lebih sedikit sarana yang buruk dalam Pemerintahan)?!
Islam – pada dasarnya – suatu posisi yang tidak jauh dari tujuan tercapainya  nilai kemanusiaan yang menyediakan suatu hal yang berguna bagi kehidupan, sebagai Rasulullah SAW bersabda:

الحكمة ضالة المؤمن يأخذها أينما وجدها

(Kebijaksanaan adalah tujuan orang beriman, ia mengambilnya di mana pun mereka menemukannya). Ini adalah hadits yang mengacu pada ketepatan dan kejelasan bahwa seorang Muslim yang berusaha untuk mengejar kebenaran, yang merupakan hasil kerja dan usaha yang keras dalam kehidupan manusia, apakah pencarian yang dijalankan itu berangkat dari system Islam atau system lain.
Kami percaya bahwa penerapan prinsip-prinsip Islam dalam mencari kebenaran memiliki peran aktif untuk menghantarkan kita paling singkat sampai kepada temuan yang lebih komprehensif dan lebih cepat daripada jika kita mencoba menemukan secara terpisah dari prinsip-prinsip Islam. Jika makna demokrasi adalah prestasi kemanusiaan, maka Islam itu menyerukan secara serius untuk mengambil semua apa yang ada dari komponen sistem demokrasi; karena terkait erat dengan apa yang dianjuran Islam pada tingkat permusyawaratan.
Mekanisme Permusyawaratan di Zaman Modern.
Permusyawaratan adalah prinsip fundamental Islam yang dinyatakan dalam Quran dua kali dalam ayat:

وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ}[الشورى:38].

(dan urusan mereka dutetapkan berdasarkan permusyawaratan diantara mereka) [Surat Asy Syura ayat: 38]. Dan Firman Allah :

وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ}[آل عمران:159]

(dan bermusyawarahlah dalam suatu urusan ) [Al-Imran: 159]. Disini Nampak kepada kita dari potongan-potongan petunjuk (dan bermusyawarahlah dalam urusan), dan (dan urusan mereka itu diputuskan di antara mereka). Dan jumlah “dan urusan mereka itu diputuskan di antara mereka” adalah khabar (berita), dalam bahasa Arab sebagaimana diterangkan para Ulama bahwa bentuk khabar (berita) adalah bentuk kalimat balaghah yang tertinggi, tegas,  tertentu, dengan demikian wacana ini tidak ada pilihan lain dan melebihkan lainnya, atau dalam arti jika Pemerintah ingin bermusyawarah ia lakukan, bila tidak ingin maka tidak bermusyawarah, karena sighat (bentuk)kata-kata di sini sangat jelas.
Pada tingkat negara sipil pada dunia Islam hal ini dibatasi di satu kota yang memungkinkan dilaksanakannya musyawarah pada siang atau malam hari tanpa mekanisme yang rumit untuk mencapai Syuura .. Sekarang, setelah perluasan komunitas Muslim dan jauhnya jarak  wilayah antar negara-negara Islam diterapkan mekanisme sebagai presentasi dari esentasi permusyawaratan .. dan ditetapkan hal yang diperlukan untuk mengembangkan sistem dan mekanisme yang akurat dan ekstensif. Sistem dan mekanisme tersebut tidak berbeda dengan apa yang sekarang kita sebut sistem demokrasi .. Saya tidak dapat membayangkan bila ada perbedaan cara untuk melaksanakan Permusyawaratan tanpa ada Dewan Syura? Bagaimana dapat disusun suatu majlis dan bagaimana Anda dapat bermusyawarah dengan berbagai suku bangsa dari penduduk yang berjumlah jutaan? Karena itu mau tidak mau perlu  ada pemilu .. Demokrasi itu sendiri sama dengan prinsip musyawarah .. musyawarah adalah suatu hal yang wajib dan mengikat, bahwasanya kaum muslimin itu telah melaksanakannya dan yang telah mereka realisasikan dalam hidup mereka dalam peran sejarah yang berkaitan dengan ketentuan permusyawaratan dan sekarang telah menjadi mekanisme dengan ketetapannya dan perluasan kerangka kerjanya dan wilayahnya dan untuk menempatkan umat Islam agar dapat menemukan demokrasi sebelum ditemukan oleh Barat dengan ketersediaan nilai dan etika yang berhubungan dengan Islam dipertahankan dan dilindungi dari segala manipulasi.
Pentingnya sistem republik
Bicara tentang demokrasi mengundang kita untuk berbicara tentang sistem republik, yang hanya sebagai system, bukan sebuah teori atau filsafat dari sudut pandang alam semesta, kehidupan dan hak-hak, bahwa hasil temuan dari pengalaman pemikiran politik dan pengalaman sistem politik di banyak negara yang telah mendahului kita untuk mencari sistem yang mencapai peran manajemen politik masyarakat terbaik.
Sistem republik hanyalah kerangka sistem tidak termasuk dalam ide-ide inti yang mendasari sistem ini dan karenanya wajar untuk mengambil keuntungan dari sistem ini yang tersedia sepanjang sejarah manusia yang dapat kita capai, seperti yang kita kenal sekarang, Islam menyerukan kepada kita untuk mengambil keuntungan dari sejarah, jika Islam merupakan ketentuan khusus dan spesifik dalam kewenangan untuk itu wajib untuk merujuk dalam sumber utama hukum Islam yaitu (al-Quran dan Sunnah), yang memuat aturan Islam untuk diterapkan sebagai hukum Islam, tetapi tidak akan beranjak kepada bentuk peraturan dan karena itu umat Islam pada awal adopsi nampak lebih liberal ketika mereka mengadopsi bentuk-bentuk organisasi lain yang telah mendahuluinya dan peradaban lain yang telah didirikan oleh suatu Negara sebelum didirikan Negara Islam.
Hal ini membuat kita lebih memerlukan untuk mengambil keuntungan dari system republik, yang telah berhasil dari eksperimen suatu bangsa yang telah mendahului kita dalam bidang pemikiran dan organisasi politik .. Dan belajar dari pengalaman mereka dari segi ini, tetapi kita berusaha mengembangkan sistem republik itu sendiri kemudian kita tambah unsur-unsur baru, dimana bangsa lainnya juga telah menambahkannya agar dapat  kita capai sistem republik dalam bentuk yang sekarang.
Ketika kaum muslim berusaha untuk mendirikan rezim Islam, yang mereka inginkan rumus praktis dan efektif dari sistem ini, dan jika mereka ingin menciptakan sebuah sistem baru, mereka akan jatuh ke masalah trial and error dan tidak manfaat seperti apa yang kita lihat dari pengalaman orang lain.
Dalam proses ditegakkannya tata pemerintahan yang baik telah diajukan pertanyaan tentang pemerintahan Islam, kekuasaan dan cara membentuk sistem peradilan dan kebebasan .. Islam mengakomodasi orang-orang Islam untuk memilih seseorang.. hal itu menunjukkan bahwa Islam tidak mengakui otoritas (hak Ketuhanan) .. Islam mengatakan bahwa manusia adalah mereka yang memilih pemimpin dan pemerintah mereka, .. Saya berpikir bahwa jika proses yang terjadi pada pemerintahan yang baik tentulah manusia akan menemukan demokrasi sebelum Renaisans Eropa Modern, dan menemukan sistem hak-hak – yang menjadi kebanggaan Barat – sebelum abad yang lama.
Tetapi sungguh disesalkan bahwa tirani dalam umat Islam telah menyebabkan hilangannya kesempatan untuk memimpin temuan besar ini dan memimpin isu kebebasan dunia, untuk membawa isu hak asasi manusia di seluruh dunia dan memimpin penemuan sistem demokratis melalui yayasan dan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh hukum Islam dan ditetapkan  nas/teks Islam.
Islam menentang tirani .. Sebuah gerbang utama untuk Pembebasan hak manusia .. Ketika orang-orang yang mengikuti Nabi Muhammad saw, yang diikutinya dengan sifat-sifatnya sebagai pembebas manusia dan mereka mengambil dari Rasulullah saw dan atas nama rasulullah saw kemudian rakyat mengikutinya dan manusia telah dijanjikan dengan kebebasan, yang sebelumnya tidak mereka miliki; sehingga lebih banyak orang memahami unsur penting dalam doktrin ini: sebagai doktrin pembebasan manusia .. Maka bagaimana kebebasan ini dapat menjadi sumber pembentukan pemerintahan otoriter atas nama Islam itu sendiri?! Dan bagaimana mungkin menegakkan pemerintahan yang berdasar pada kebebasan manusia di atas nama Islam?!
Sesungguhnya posisi Islam tirani adalah posisi orang-orang kafir yaitu posisi yang menyimpang dari jalan Allah karena itu perlu membebaskan pemikiran/ide (kekuasaan) Islam dan menggantinya menjadi politik yang menempatkan manusia Muslim yang memungkinkan pengembangan bakat dan kemampuan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh Allah Yang Maha Kuasa untuk perjalanan kemanusiaan.

Kebebasan dalam mengendalikan sistem Syuura
Islam menjamin kebebasan memilih karena itu segala sesuatu bagi pemeluk Islam, adalah kuwajiban, perintah, larangan, pengharaman moral umum dan memberikan jaminan yang lebih besar untuk kebebasan memilih dari pilihan Islam itu sendiri, yang mungkin tidak dapat dipilih sesuai dengan tradisi , yang telah diijinkan Islam  sebelumnya .. Dan kita memilih Islam .. Oleh karena itu, Islam telah memberikan jaminan terbesar berupa kebebasan ini yang tidak ada pertentangan di dalamnya dengan asas kebebasan sama sekali, dan tentunya tidak ada kebebasan mutlak dalam hidup, dan kita harus membedakan antara  batas-batas kebebasan di dalam dan luar aturan-aturan Islam(dan ini adalah definisi tirani) yang mengontrol pembatasan dari dalam aturan ( Ini adalah organisasi kebebasan) dan setiap sistem harus memiliki mekanisme untuk mengatur kebebasan.
Islam dan kontrol kebebasan dari dalam aturanbya, Islam – misalnya – mengontrol /mengendalikan kebebasan seperti berjudi dan minum khamr, dan mencegah penyiksaan Apakah ini sebuah pembatasan kebebasan hak?
Itu adalah inti dari perlindungan terhadap kebebasan manusia, Islam memberi kebebasan memeluk agama Islam maka barang siapa mengikatkan diri kepada Islam maka terikat oleh ketentuan-ketentuannya bila telah melanggar ketentuan berarti telah melanggar prinsip Islam yang dipeluknya sendiri, adapun larangan adalah hal ynag dipaksakan oleh para penganut Islam untuk mengendalikan kebebasan dasar dari dalam aturan mereka dan bukan di luar aturan, dan hal ini sangat penting.

Dalam pengertian ini, Islam dan segala ketentuannya adalah menjamin kebebasan manusia; Islam menghendaki setiap Muslim wajib memilih penguasa yang adil dan memilih sistem sederhana yang adil di antara manusia, dan komunitas muslim bebas memilih sistem yang dia percaya memberikan keadilan maksimum bagi dirinya , yang merupakan akhir dari sistem politik dan untuk mencapai tujuan ini memerlukan kajian variabel sejarah.
Orang-orang bebas untuk memilih sistem yang mereka inginkan tanpa mengorbankan iman Islam.
Kita memerlukan sistem demokratis
Sesungguhnya keperluan kita pada Islam tidak terbatas, tetapi yang paling penting prioritas kebutuhan ini kita perlu sebuah sistem demokrasi, musyawarah, gerakan-gerakan Islam, yang saat ini berdiri dan focus dalam menghadapi rezim-rezim represif hal ini penting dalam sistem Islam yang menjamin kebebasan dan untuk mengurangi kekuatan monopoli.

Ya, Anda dapat berfokus pada penerapan Undang-undang Ilahi yang sangat penting dan akan membawa kita dari tahap keterbelakangan ke tahap kemajuan, tapi ini tidak cukup, tidak cukup untuk menjadi sistem Islam dalam rangka mencapai kemajuan dan kemakmuran dan kemenangan, untuk mencapai sistim ini Islam harus dan harus diakui secara legitimasi dari rakyat, legitimasi massa; Oleh karena itu, setiap upaya perubahan dalam sistem kekuasaan yang akan membawa kita pada kegagalan harus ditetapkan suatu pemikiran bahwa kekuasaan itu dihasilkan oleh manusia pilihan umat.
Tidak hanya itu tetapi kekuasaan mereka harus diedarkan secara demokratis dengan cara musyawarah, sehingga tidak ada artinya untuk berbicara tentang rezim Islam bila tidak ada jaminan kebebasan yang nyata.. dan kemudian arus Islam tidak dapat diwujudkan (unsure kosong) untuk mempersiapkan penerapan hukum Islam.
Penerapan hukum Islam itu sendiri tidak merupakan suatu jaminan terhadap segala kemungkinan penyimpangan karena penguasa yang otoriter, dikatakan: Inilah syareat/hukum yang saya mengerti dan saya menerapkannya, lalu apa jaminan terhadap tirani? Menjamin bahwa penguasa adalah pilihan rakyat; sehingga tidak legitimasi suatu sistem apapun tanpa ada jaminan riil untuk menempatkan pergantian kekuasan, dan tidak keluar dari satu bagian dari systemnya.
Oleh karena itu demokrasi saja tidak mungkin dapat membela diri bila hanya  menyediakan akses pada kekuasaan, tetapi harus dibela dan dilindungi sebagai prinsip fundamental dan penting terlepas dari apakah dia memberi kesempatan untuk kekuasaan atau tidak.

Barang siapa mengatakan sungguh sekarang saya ambil demokrasi selama  memungkinkan saya untuk mengakses jumlah terbesar wakil rakyat kepada Parlemen dan dengan demikian memungkinkan saya untuk mendapatkan kekuasaan dan kemudian melihat apa yang dilakukan!! Mereka berkhianat pada amanah, sebuah pengkhianatan terhadap Islam dan salah satu dosa besar, dalam pikiran kita demokrasi adalah prinsip dasar dan intisari, dan kategoris iman yang qath’i dan bahwa kekuasaan harus menjadi subjek musyawarah dan bukan subjek monopoli, dan karena itu kita perlu memahami juga bahwa kekuasaan dalam Islam bukanlah urusan suci, tapi urusan kemanusiaan.
Hukum Tuhan adalah suci dan harus berlaku bagi umat Islam, tapi kekuasaan adalah pilihan manusia dan ditentukan oleh pilihan manusia dan manusia berhak mengubahnya, oleh karena itu legitimasi sistem apapun yang dipilih rakyat yang berisi ideologis dari orang-orang pilihan dan system hokum sesungguhnya adalah aturan syareat, meskipun Islam tidak lengkap, adapun system tirani tidak muncul dari manusia yang tanpa label hukum, walaupun mereka berhukum atas nama Islam.

Sejarah bersaksi bahwa minoritas dalam peradaban Islam adalah kaum minoritas yang paling bahagia dengan hukum Islam yang mendorong dan diamankan; karena hal ini berkaitan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri dalam perlindungan kebebasan memilih individu dan kelompok, sehingga kita menemukan bahwa Islam bisa menerima keragaman dalam masyarakat pada tingkat hukum dan pada tingkat sistem pemerintahan.
Saya pikir kami tidak berusaha terlalu banyak untuk memperoleh manfaat dari ketentuan-ketentuan Islam dalam segi ini, yang berisi banyak warna kemuliaan kaya toleransi yang jarang terlihat, jadi bagaimana kalau kita dapat berkomunikasi dalam ketentuan Islam secara lebih banyak dan lebih sesuai dengan kepentingan komunitas Muslim .. Kemudian Anda akan menemukan bahwa Islam adalah iklim yang lebih baik bagi koeksistensi, tetapi partisipasi minoritas dalam struktur masyarakat Islam, dan Islam menyediakan cukup ruang bagi partisipasi semacam itu, yang tidak berhenti pada batas pengamalan agama mereka, tetapi sampai ke perbatasan partisipasi mereka dalam Otoritas itu sendiri.
Oposisi di sistem demokrasi Islam
Kita dituntut untuk berbicara tentang topik ini juga yang akan menggambarkan keadaan oposisi didalam system  Islam yang dipilih oleh rakyat dan sah. Arus yang berbeda dalam komunitas Muslim yang mereka jalankan untu beroposisi melawan kekuasaan dan memiliki ide untuk perubahan dan ide-ide mereka untuk memahami Islam dan bahkan ide-ide untuk membentuk suatu system sekuler tanpa mempengaruhi kontrol kebebasan, tapi kebebasan harus disediakan dengan tidak takut terhadap kebebasan ini selama Islam menyediakan sarana dialog dan persuasi, Islam tidak memaksakan keyakinan pada orang-orang dengan kekerasan dan pemaksaan, tetapi menghendaki agar mereka mengambilnya setelah terbukti secara meyakinkan. Tetapi Islam tidak memperbolehkan sebuah partai oposisi yang mengajak menjadi seorang ateis, dan dia itu apa yang tidak bertentangan dengan kebebasan berasumsi sebagaimana dikatakan (Pilihan sistem masyarakat adalah buah dari kebebasan masyarakat) karena itu bagian dari hak masyarakat  yang menjaga pilihan masyarakat bahwa tidak ada kontrol untuk kebebasan ini, tidak boleh ada gerakan memiliki pandangan yang berbeda dengan sistem atau dengan pemerintahan Islam, tapi untuk saat ini panggilan doktrin antitesis dari masyarakat, itu adalah hak masyarakat untuk mencegah adanya kekuasaan semacam itu; karena berhubungan dengan kebebasan melaksanakan berdasar keyakinan.
Dengan pengertian ini tidak ada batas-batas kebebasan dalam Islam, kecuali bila tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebebasan itu sendiri dan dengan kewajiban kebebasan itu sendiri.
Batas kebebasan ini diambil oleh Islam  maksudku batasan berasal dari prinsip kebebasan dan yang menjaga kebebasan, dan berdirinya partai yang menyerukan ateisme di dalam masyarakat Muslim  adalah urusan kebebasan di luar asas kebebasan. Karena masyarakat yang bebas menilai niat para legislatif, politik, yang sesuai dengan iman karena itu tidak  diizinkan toleransi kepada orang-orang yang melawan  struktur syareat, dan dalam pengertian ini, kebebasan mutlak yang hanya datang untuk merusak hasil dari kebebasan ini.
Manusia itu bebas untuk menjadi seorang beriman atau seorang ateis, Islam tidak mencegah kebebasan manusia ateis atau beriman, yang dilarang Islam itu seruan yang mengajak ateis yang membuktikan bahwa hukum Islam tidak menghukum  ateis, tetapi menghukum terhadap orang  ateisme yang mengajak untuk menjadi aiheis .. Islam menghukum ajakan ini karena telah mengagresi masyarakat, adapun untuk menghukum dia itu sebagi seorang/pribadi yang atheis, hal ini tidak shahih/benar.
Aplikasi demokrasi kontemporer
Sebuah kata adalah suatu keharusan pada demokrasi dan penerapannya dalam era sekarang, yang dicirikan oleh campur tangan dalam urusan politik dan ekonomi digabungkan dengan pembentukan perusahaan-perusahaan multinasional yang memiliki modal yang melebihi saldo biaya dan pembayaran untuk masukan pemerintah. Studi dan penelitian kita berkaitan semua berita tentang skandal keuangan, kepartaian dan politik partisan  yang tersebar di negara demokrasi Barat, yang mempertanyakan penyebabnya dan hubungannya dengan efek hilangnya nilai-nilai moral dalam proses demokrasi.
Dalam kontrak sosial Rousseau – yang sering dikutip – itu adalah representasi rakyat langsung dalam pemerintahan untuk menyatakan kehendak rakyat disertai   ajakan yang diketahui konstituen untuk menyusun pembangunan pendidikan individu yang memiliki formula komprehensif dalam tulisan-tulisannya, tetapi semua yang mereka ipayakan itu jatuh secara total setelah Barat mencapai perkembangan intelektual sampai merangkul pendekatan  sekuler penuh, materialistis dan lebih keras.
Kita semua tahu bahwa pemilu adalah yang prosedur paling penting dan berarti dalam proses demokrasi untuk mengungkapkan keinginan rakyat, tidak semua orang bisa mandiri dan tidak biasa suatu partai menanggung biaya kampanye yang tinggi, terutama setelah penyebaran media dan dampak mengerikan pada otak orang-orang biasa yang tidak tahu dasar dan tujuan yang mendasari proses diferensiasi dalam pemilihan.
Para pimpinan partai  pihak sendiri tidak mampu membayar biaya ini dari anggarannya yang juga terbatas, kontribusi dan sumbangan, semua itu tidak cukup untuk satu kandidat. Di sini tidak ada sumber sumbangan dari perusahaan-perusahaan dengan kepentingan-kepentingan material yang makin besar dari segi keuangan. Ditentukan oleh dasar-dasar permainan politik berdasarkan konvergensi kepentingan di dalam organ-organ partai dengan perangkat kekuasaan untuk kepentingan perusahaan-perusahaan yang menghubungkan penggunaan uang untuk mempengaruhi keputusan yang akan dikeluarkan oleh penguasa yang datang ke pemilu yang bebas!
Bentuk korupsi finansial dan risiko terhadap proses demokrasi melalui partai dan problematika pembiayaan serta perkembangan fenomena ini pada periode terakhir ini mengkhawatirkan pada tingkat yang besar dan apa yang Anda bicarakan tentang media jauh lebih kecil daripada berbasis realitas karena hubungannya dengan kepentingan dan tingkat politik tinggi.
Hal yang sama di tingkat bawah dan naik ke tingkat kotamadya dan wakil lokal di desa-desa .. Kami telah mengubah partai politik di Barat, benteng pertahanan optimal penerapan demokrasi representasi dari kehendak rakyat untuk mewakili kehendak perusahaan besar dan dua kali lipat ukuran fenomena globalisasi telah menjadi perusahaan besar lebih mampu memberikan tekanan pada pemerintah, partai dan bahkan pada orang-orang biasa (dengan ancaman merelokasi masyarakat produktif dari tanah kelahirannya  ke tempat lain disamping pembayaran pajak yang lebih baik!).

Fenomena korupsi dan bagaimana nekrosis dalam kehidupan demokrasi – hingga titik yang serupa menjadi seperti pemerintahan korporit dan kekuatan ekonomi rakyat  bukan pemerintahan untuk dirinya sendiri – pada kenyataannya, Barat telah menjadi salah satu demokrasi yang paling jelek dan bahaya hal itu dengan kemenangan atas pengaruh uang yang besar dan kemampuan pemilik untuk menggunakannya dalam mencapai apa yang dia inginkan dengan mengorbankan masyarakat , dan di sisi lain memperlemah dampak hukum dan perundang-undangan, tetapi kekuatan uang memberikan kontribusi signifikan bagi penerbitan peraturan perundang-undangan dan undang-undang yang diubah sesuai dengan kepentingan perusahaan-perusahaan besar ini. Inilah yang terjadi secara normal dan alami melalui partai politik dan kontribusi keuangan yang murah hati  di  atas ..
Segala cara atau mekanisme yang terbuka berdasarkan sifat manusia untuk menggunakan secara buruk atau baik  masalah demokrasi tidak betanggung jawab dalam hal ini, tapi dengan tidak adanya kontrol yang dilaksanakan dan diterapkan, dan kita dapat membedakan antara yang baik/positif dengan sistem demokrasi dan penolakan pada nilai-nilai Barat, yang diatur oleh filsafat dan kepentingan-kepentingan material secara signifikan dan telah menjadi sumber bahaya yang besar dan ancaman terhadap demokrasi itu sendiri.
Menerapkan prosedur pemilihan demokratis, pluralisme dan pemisahan kekuasaan dan kemandirian peradilan dan penegakan hukum yang kenyataannya tidak mempunyai nilai, kecuali jika ia memiliki atap yang paling mulia dari nilai-nilai dan etika berasal dari hati nurani dalam diri manusia yang berkualitas, ideal yang lebih tinggi sebagai hasil dari pencampuran iman  kepada Allah dan umat/rakyat yang mengikuti tetap krits dan waspada dengan hati nurani yang diketahui dalam Islam  (taqwa).

Setup   : Muhammad Darowi.

Sumber: Islam online.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s