KALIMAT YANG BAIK

Kalimat yang baik dan kalimat yang jelek.
Telah ditegaskan dalam hadits bahwa seutama-utama kalimat yang diucapkan manusia adalah ucapan : Laa ilaha illallah. Itulah kalimat yang karenanya langit dan bumi ditegakkan, kalimat yang membedakan antara yang haq dan yang bathil, antara iman dan kafir, seutama-utama kalimat yang diketahui manusia, kalimat yang dengannya Allah mengambil perjanjian dengan manusia dan bersaksi atasnya saat dalam kandungan ibunya, Allah berfirman :
{ وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذريتهم وأشهدهم على أنفسهم ألست بربكم قالوا بلى شهدنا } (الأعراف:172) .
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)”, (QS Al A’raf 172).
Pentingnya peran kalimat tuhid ini dalam kehidpn pribadi dan masyarakat telah dibuat perumpamaan oleh Allah dengan firman-Nya:
{ ضرب الله مثلا كلمة طيبة كشجرة طيبة أصلها ثابت وفرعها في السماء * تؤتي أكلها كل حين بإذن ربها ويضرب الله الأمثال للناس لعلهم يتذكرون * ومثل كلمة خبيثة كشجرة خبيثة اجتثت من فوق الأرض ما لها من قرار } (إبراهيم:24-26) .
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, * Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. * Dan perumpamaan kalimat yang buruk[787] seperti pohon yang buruk, yang Telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (QS Ibrhim 24-26).
Ahli tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud kalimat thayibah adalah persaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah atau sama dengan orang mukmin, dan yang dimaksud kalimat khabitsah adalah kalimat syirik atau sama dengan orang kafir.
Ini adalah perumpamaan Quran yang datang untuk menegaskan dan menerangkan akibat perbuatan dan keadaan amal orang yang ingkar kepada Allah, sebagaimana firman-Nya:
{ مثل الذين كفروا بربهم أعمالهم كرماد اشتدت به الريح في يوم عاصف } (إبراهيم:18)
Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang Telah mereka usahakan (di dunia). yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (QS Ibrahim 18).
Dia maksud perumpamaan ini bahwa Allah SWT menyrupakan kalimat yang baik – seperti kata tiada Tuhan selain Allah, dan kata-kata yang baik lainnya- dengan pohon yang baik, akarnya kokoh menghunjam ke dalam tanah, ranting-ranting yang tinggi, mencapai langit, angin kencang dan badai yang melanda tidak merusak, mereka tumbuh dari biji yang baik, dan tinggal di tanah yang subur, banyak mafaat pada etiap saat, dan kerindangan daunnya menaungi dan buah yang orang tidak pernah memuas mereka, demikianlah kata yang baik mengisi kejujuran diri dengan iman, dan masuk kedalam hati tanpa izin, dan beramalah dengan apa yang diamalkan
At Thabari menceriakan dari Ar Rabi’ bin Anas ra dalam firman Allah : Kalimat thayyibah, ia berkomentar, ini perumpamaan iman, karena itu iman adalah pohon yang baik, dimana akarnya kokoh tidak bergeser, yaitu ikhlas karena Allah, dan dahannya menjulang ke langit, dahannya adalah takut kepada Allah.
Pohon ini juga peumpaman seorang mukmin yang teguh/kokoh dalam keimanannya, sama dalam aspirasi dan orientasi, berguna dalam segala pekerjaan yang dia lakukan, pemberani menghadapi kesulitan, hatinya tidak mengenal rasa takut, suka memberi pada setiap saat, tidak ada jalan untuk serakah, maka keadaannya serba baik semua, dan manfaat semua.
Dan ini juga dimaksudkan sebagai simulasi seorang mukmin, yang baik perkataannya dan perbuatannya, pohon pemurah, selalu baik dalam perbuatannya dari waktu ke waktu, setiap pagi dan sore.
Kata yang jelek adalah kata-kata syirik – dan kata-kata jahat lainnya- maka itu adalah sebaliknya, yaitu kata yang berbahaya dan tidak berguna, merugikan pelakunya, membahayakan orang yang menukilnya, membahayakan penerimanya , membahayakan semua yang mendengar dan mengatakannya, itu adalah kata yang jelek yang tidak baik di dalamnya, dan kata beracun yang tidak bermanfaat bagi mereka, hal ini tidak lain seperti pohon yang jelek akarnya tidak kokoh, rasanya pahit, dan bentuknya tidak menyenangkan mata yang melihat, cabang dan ranting menjalin di sekelilingnya, mereka mendominasi pepohonan dan tanaman, tapi mereka sebenarnya yang miskin, tidak memiliki kemampuan untuk berdiri menghadapi badai dan angin topan, karea itu runtuh oleh angin yang lemah, dan jatuh oleh ancaman yang ringan; Hal ini bukan sifat yng kokoh , tidak punya pertahanan, tidak berkualitas konsistensi dan stabilitas, itu adalah pohon yang tidak diinginkan, termasuk rasa yang pahit, dan aroma yang busuk, semua jelek dan buruk semua.
Dan demikianlah orang kafir itu tidak meiliki prinsip dalam kehidupan dunia ini dan tidak punya keyakinan, maka mereka berbolak-balik dari permulaan dan ang lain, dan seluruhnya di belakang setiap symbol, tidak mendapat petunjuk ke jalan yang benar, tidak mengenal jalan yang baik, maka semua itu jahat, kepercayaan, pikiran, perilaku dan moral, aspirasi dan semangatnya.
Qatada mengatakan dalam ayat ini (ada laki-laki menemui seorang pria berilmu dan berkata kepadanya: Apa yang Anda ketahui dari kalimat khabitsah :? “Saya tidak mengetahuinya tempatnya di bumi, dan di langit yang tinggi, tetapi ada keterangan itu pohon yang akan menggaet leher orang kafir di hari kiamat).
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dalam ayat-Nya: (dan perumpamaan kalimat yang jelek itu seperti pohon jelek yang tercerabut dari bumi, tidak punya ketetapan), ia berkata: “Allah membuat perumpamaan orang kafir seperti pohon yang jelek. Ia mengatakan: “pohon jelek yang tumbang dari dasarnya tidak punya kekuatan, katanya: orang kafir amalnya tidak diterima, tidak naik kehadapan Allah, ia tidak memiliki dasar di tanah yang tetap, dan tidak meiliki cabang di langit. Diriwayatkan oleh al-Tabari.

Adapun riwayat yang telah diterima dari beberapa riwayat bahwa jenis pohon yang disebut dalam ayat ini adalah pohon kurma dan pohon pohon jelek adalah melon pahit; diterangkan hal itu diterangkan dari riwayat Abu Ya’la, dalam “Musnad” Anas ra bahwa Rasulullah saw diberi hadiah hidangan buah kurma, maka beliau berkata: perumpamaan (kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabang-cabangnya menjulang ke langit* berbuah setiap musim dengan izin Tuhan mereka) yaitu pohon kurma, (dan perumpamaan kalimat yang jelek itu seperti pohon jelek, tercerabut dari bumi, ia tidak punya tempat menetap) ia berkata: Ini adalah melon pahit.
Al-Tabari diriwayatkan dari Anas ra ia mengatakan: firman Allah (perumpamaan kalimat yang jelek itu seperti pohon jahat ), berkata: yaitu hanzhal (melon pahit) , Apakah tidak melihat bagaimana angin mengoyankannya ke kiri dan ke kanan?
Jika pohon itu baik menjadi simbol dan usaha yang baik , karena klimat tauhid itu simbol ibadah kepada Allah, dan bukti pengabdian kepadanya, dan bukti ketergantungan.kepadanya. Jika pohon itu baik menjadi simbul sifat yang baik, kedermawanan, karena orang mukmin itu baik semua, dan seluruhnya dibekahi, dan seluruhnya baik.

Tidak ada keraguan bahwa ketika Quran membuat contoh kalimat Tauhid, atau orang mukmin dengan pohon yang baik, adalah menunjukkan sifat sifat yang baik seperti murah hati, dan telah menjadi gagasan bahwa ia ingin menunjukkkan mereka agar lebih jelas, dan tidak lebih sebagai pernyataan ide yang muncul, suatu perumpamaan atau penyerupaan yang tidak abstrak.

Satu pemikiran pada “KALIMAT YANG BAIK

  1. Maaf untuk penulis, sebuah kata di QS Al A’raf 172 bertuliskan “Tuban” sebaiknya cepat diganti.

    Terimakasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s