KEJADIAN MANUSIA DAN KEBANGKITANNYA

M. Darowi

Pendahuluan.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاتَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلاً, وَهَدَنَا اَنْ يَطْرُقَ صِرَاطًا مُسْتَقِيْمًا.اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

Segala puji hanya bagi Allah SWT, yang telah menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji manusia, siapakah yang paling baik amalnya, dan memberi petunjuk untuk menempuh jalan yng lurus. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya, serta shahabatnya, dengan melimpahkan keselamatan yang banyak.

Dalam perkembangan masyarakat dunia hingga saat ini, proses kejadian manusia masih sering menjadi bahan kajian dan pembicaraan. Proses kejadian manusia ada 2 bagian, bagian I Proses kejadian manusia pertama, dalam istilah Jawa dikenal dengan istilah “sangkan paraning dumadi”, yaitu sebelum manusia ada, hingga terbetuknya manusia pertama. Bagian ke II adalah proses kejadian manusia sesudah adanya manusia, yaitu proses terjadinya janin dalam rahim seorang ibu.

Dalam kaitan ini, penulis bermaksud mengungkapkan pandangan dan pemikiran versi  dunia barat dan versi Islam, agar umat memiliki konsep yang benar tentang kejadian manusia, karena proses kejadian manusia pertama itu sangat mendasar, menyangkut pada prinsip prinsip aqidah Islam. Dalam era global ini pandangan dan pemikiran manusia dimanapun berada, sudah transparan karena dapat diakses melalui berbagai media komunikasi. Karena itu, dengan pembahasan ini, diharapkan dapat lebih memantabkan akidah umat Islam, berhubungan dengan konsep Islam tentang awal mula kejadian manusia.

Penulis juga bermaksud  mengungkap proses kejadian manusia dalam rahim seorang ibu, baik secara ilmiah maupun secara aqidah yang banyak diterangkan dalam Al Quran maupun Hadits Nabi. Hal ini menunjukkan bahwa Islam itu sangat rasional, tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan tehnologi, kemudian kita dapat menyikapinya dengan benar sesuai dengan tuntunan Islam.

TERJADINYA MANUSIA.

Firman Allah:

1.Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[Adam] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu. (Al Quran Surat AN Nisaa ayat 1).

Penciptaan Nabi Adam dan Hawa.

Islam memberikan pandangan tentang asal mula manusia pertama merujuk pada sumber utama, yaitu Al Quran dan Hadits Nabi. Disebutkan di dalam banyak ayat Al Quran dan hadist, bahwa Allah menciptakan manusia pertama yaitu Adam dari unsur alam yaitu tanah liat. Dan menciptakan jodohnya/ isterinya dari bagian tubuh Adam (lihat ayat 1 surat An Nisa diatas).

Kejadian Adam as, lebih rinci diterangkan dalam Hadits Nabi, bahwa Allah menciptakan manusia itu berasal dari 3 macam tanah, yang berbeda-beda warnanya, yaitu, hitam (tanah liat), merah (tanah liat) dan putih (tanah kapur). Nabi bersabda :

اِنَّ الله َ تَعَالَى خَلَقَ ادَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيْعِ الاَرْضِ, فَجَاءَ بَنُوْاادَمَ عَلَى قَدَرِ الاَرْضِ, جَاءَ مِنْهُمُ الاَحْمَرُ وَالاَبْيَضُ وَالاَسْوَدُ وَ بَيْنَ ذَالِكَ, وَ السَّهْلُ وَ الْحَسَنُ, وَالْخَبِيْثُ وَ الطَّيِّبُ وَ بَيْنَ ذَالِكَ ( رَوَاهُ اَحْمَدُ, اَبُوْدَاودَ, اَلتُّرْمُذِيُّ, اَلحْاَكِمُ, وَابْنُ مَاجَهْ) عَنْ اَبِيْ مُوْسَى . جَمِيْعُ الصَّغِيْرِ 80

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan Adam dari segenggam (tanah), Dia genggam  dari kumpulan tanah di bumi, maka lahirlah anak Adam atas kadar/ ukuran tanah itu, lahirlah dari mereka itu yang (berkulit) merah, putih, hitam, dan diantara itu, dan yang mudah dan baik, yang kotor dan baik, dan diantara itu. ( hadits riwaya Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi, Al Hakim dan Ibnu Majah)  dari Abi Musa,. Jami’us Shaghir halaman 80.

Karena asal muasal Adam itu dari 3 macam tanah, maka berkembanglah keturunanya menjadi 3 suku bangsa besar, dengan 3 warna kulit, seperti; bangsa Negro dengan kulit hitam, Eropa dengan kulit putih, dan India (Indian) dengan kulit merahnya serta percampuran diantaranya. Dari keadaan tanah itu pula berkembang sifat-sifat dasar manusia, yang baik maupun yang buruk, sebelum berubah karena pengaruh pendidikan dan dakwah.

Menurut teori dunia barat, awal mula kejadian manusia pertama yang berkembang hingga saat ini, berasal dari teori Darwin, yang berpendapat bahwa terbentuknya manusia pertama itu dari proses evolosi, yaitu dari mahluk bersel satu, yang sangat kecil, kemudian berevolosi terus hingga menjadi primata/kera, dan seterusnya, hingga akhirnya menjadi manusia. Karenanya, kera itu merupakan nenek moyang  manusia.

Apa yang dikemukakan Darwin itu hanya sebuah teori tanpa dasar wahyu hal ini sangat kontradiktif dengan akidah Islam, karena Islam memberikan doktrin/ajaran berdasarkan wahyu Ilahi bahwa manusia itu berasal dari seorang diri yaitu Nabi Adam as, yang ketika diciptakan  besar dan tingginya jauh lebih besar dan lebih tinggi dari manusia saat ini. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah, dengan sanad Shahih,  Nabi menerangkan :

“Allaah telah menciptakan Adam atas gambarNya, dan tingginya 60 hasta kemudian berfirman kepadanya, “ pergilah “ maka ia mengucapkan salam kepada kumpulan, dan itu kumpulan malaikat yang duduk-duduk, maka mereka mendengar apa yang menghidupkanmu, maka sesungguhnya itu penghormatanmu dan penghormatan anak keturunanmu. Maka pergilah ia dan mengucapkan salam atasmu dan rahmat Allah, maka mereka (malaikat )menambahkan wa rahmatullah, maka setiap orang yang masuk surga bentuk /gambarnya seperti Adam, tingginya 60 hasta, maka tidak kekal mahluk itu hingga berkurang tinggi dan besarnya hingga kini.” Jami’us Shaghir hal 5.

Kejadian Adam as, lebih rinci diterangkan dalam Hadits Nabi, bahwa Allah menciptakan manusia itu berasal dari 3 macam tanah, yang berbeda-beda warnanya, yaitu, hitam (tanah liat), merah (tanah liat) dan putih (tanah kapur). Nabi bersabda :

اِنَّ الله َ تَعَالَى خَلَقَ ادَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيْعِ الاَرْضِ, فَجَاءَ بَنُوْاادَمَ عَلَى قَدَرِ الاَرْضِ, جَاءَ مِنْهُمُ الاَحْمَرُ وَالاَبْيَضُ وَالاَسْوَدُ وَ بَيْنَ ذَالِكَ, وَ السَّهْلُ وَ الْحَسَنُ, وَالْخَبِيْثُ وَ الطَّيِّبُ وَ بَيْنَ ذَالِكَ ( رَوَاهُ اَحْمَدُ, اَبُوْدَاودَ, اَلتُّرْمُذِيُّ, اَلحْاَكِمُ, وَابْنُ مَاجَهْ) عَنْ اَبِيْ مُوْسَى . جَمِيْعُ الصَّغِيْرِ 80

“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan Adam dari segenggam (tanah), Dia genggam  dari kumpulan tanah di bumi, maka lahirlah anak Adam atas kadar/ ukuran tanah itu, lahirlah dari mereka itu yang (berkulit) merah, putih, hitam, dan diantara itu, dan yang mudah dan baik, yang kotor dan baik, dan diantara itu.” ( hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi, Al Hakim dan Ibnu Majah)  dari Abi Musa,. Jami’us Shaghir halaman 80.

Karena asal muasal Adam itu dari 3 macam tanah, maka berkembanglah keturunanya menjadi 3 suku bangsa besar, dengan 3 warna kulit, seperti; bangsa Negro dengan kulit hitam, Eropa dengan kulit putih, dan India (Indian) dengan kulit merahnya serta percampuran diantaranya. Dari keadaan tanah itu pula berkembang sifat-sifat dasar manusia, yang baik maupun yang buruk, sebelum berubah karena pengaruh pendidikan dan dakwah.

Hingga saat ini para ahli Arkheologi belum pernah menemukan kerangka manusia purba yang tinggi dan besarnya sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi itu. Mereka hanya menemukan tulang belulang/fosil binatang purba, atau tulang belulang kera, yang tidak jauh berbeda besar dan tingginya dengan manusia saat ini. Suatu ketika nanti Allah pasti akan menunjukkan kepada penduduk dunia akan kebenaran penciptaannya.

Adapun kejadian Hawa, dicipta dari bagian anggota tubuh Nabi Adam as.  Lebih jelas lagi diterangkan dalam hadits Nabi bahwa Hawa itu diciptakan dari  tulang rusuk Nabi Adam yang bengkok, sehingga tulang itu menjadi sifat/karakter kaum wanita. Karena itu, adanya perjodohan adalah agar kaum pria/para suami itu menjadi penegak/pelurus bagi kaum wanita, yang ada kecenderungan bengkok( lihat surat An Nisa 34)  Nabi bersabda :

اِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضَلْعٍ وَاِنَّكَ اِنْ تُرِدْ اِقَامَةَ الضَّلْعِ تُكْسِرُهَا فَدَارَهَا تَعِشْ بِهَا ( رَوَاهُ اَحْمَدُ, وَابْنُ حِبَّانِ وَ الحْاَكِمُ ) عَنْ سَمُّرَةَ ( صح) جميع الصغير 85.

Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, maka sesungguhnya bila kamu ingin meluruskan tulang rusuk (yang bengkok), kamu akan mematahkannya, maka hati-hatilah kepadanya, maka kamu akan hidup (bahagia) dengannya. ( hadits riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Hakim, dari Samurrah, Shaih). Jami’us Shoghir halaman 85.

Terjadinya Janin.

Allah berfirman :

Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (12)Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (13) Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (14) (Surat Almukminuun ayat 12-14)

Sperma laki-laki dan ovum, semuanya berasal dari makanan yang yang dikonsumsi, makanan itu mengandung berbagai macam zat  gizi, seperti protein, kalsium, feerum, bermacam macam vitamin, riboflavin, kalori dan asam nikotin. Diantaranya ada yang menjadi daging, tulang, otot dan lain-lain. Proses terjadinya janin dierangkan Nabi dalam hadits Nabi  bersabda :

نُطْفَةُ الرَّجُلِ بَيْضَاءُ غَلِيْظَةٌ وَ نُطْفَةُ الْمَرْأَةِ صَفْرَاءُ رَقِيْقَةٌ فَأَيُّهُمَا غَلَبَتْ صَاحِبَتِهَا فَالشَّبَّهلَهوَاِنِ اجْتَمَعَاجَمِيْعًاكَانَ مِنْهَا وَمِنْه‘ (رَوَاهُ أَبُوالشَّيْخِ فِي الْعَظَمَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ, جميع الصغير 187

Sperma laki orang laki-laki itu putih kenthal, dan mani wanita itu kuning dan cuwer ( tidak kenthal), maka yang mana diantara keduanya yang lebih dominan atas lainnya, maka akan menyerupainya baginya, dan bila bertemu semua, jadilah darinya (perempuan) dan darinya (laki-laki).

Hadits diatas menunjukkan secara jelas teori terbentuknya janin, yaitu dari bertemunya mani laki-laki dan wanita, mani wanita mempunyai sifat kuning dan encer, terlebih disaat subur, menjadi sangat jernih, sehingga memberi kesempatan spermatozoa untuk dapat masuk menenggelamkan diri kedalam rahim sesudah pembuahan/fertilasi.

Perbedaan mani laki-laki dengan mani perempuan, juga menjadi bahan untuk menyempurnakan konsep janin, karena dari mani laki-laki itu menjadi bahan terbentuknya tulang dan otot, dan dari mani perempuan, akan menjadi daging dan darah bagi janin. Hal ini diterangkan Nabi :

اِنَّ نُطْفَةَ الرَّجُلِ بَيْضَاءُ غَلِيْظَةٌ فَمِنْهَا يَكُوْنُ الْعِظَامُ وَالْعَصَبُ, وَاِنَّ نُطْفَةَ الْمَرْأَةِ صَفْرَاءُ رَقِيْقَةٌ فَمِنْهَا يَكُوْنُ اللَّحْمُ وَ الدَّمُ. (رَوَاهُ طَبْرَانِي عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ)

Sungguh sperma laki-laki itu putih lagi kenthal, maka dari padanyalah dijadikan tulang dan otot,  dan sungguh mani waita itu kuning lagi encer, maka dari padanyalah dijadikan daging dan darah. ( hadits riwayat Thabrani dari Ibnu Mas’ud ). Jami’us Shaghir halaman 100.

Dalam hadits nabi diriwayatkan :

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال ” كل ابن آدم يأكله التراب إلا عجب الذنب منه خلق وفيه يركب ” أخرجه البخاري والنسائي وأبو داود وابن ماجه وأحمد في المسند ومالك في الموطأ.

Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda :“Semua anak Adam (Manusia)itu akan hancur dimakan tanah kecuali tulang ekornya, dari tulang ekor itulah manusia diciptakan dan dari tulang ekor itu pula ia akan disusun dan dihidupkan kembali.” (Hadits riwayat Bukhari, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad dalam Musnad Malik Al Muwatha).

Teori dunia barat yang berpedapat bahwa proses terjadinya manusia itu berasal dari mahluk bersel satu dapat diterima, sebatas proses kejadiannya dalam rahim, bukan evolosinya manusia menjadi primata. Proses terjadinya janin dalam rahim/ kandungan seorang ibu terjadi dimulai dari pelepasan telur (ovum) yang hanya terjadi satu kali setiap bulan, sekitar hari ke 14 pada siklus menstruasi normal 28 hari. Saat ini disebut masa subur, yaitu 12 hari sesudah menstruasi hari pertama, lamanya satu minggu. Bila pada masa subur terjadi hubungan seks, maka sperma (mani) akan ditampung diliang sanggama bagian dalam. Setiap mili-liter sperma mengandung sekitar 35-40 juta spermatozoa, sehingga setiap terjadi hubungan seks, terdapat sekitar 110-120 juta spermatozoa. Setiap spermatozoa membawa kromosom pembawa tanda 22 buah, kromosom seks Y untuk laki-laki dan kromosom seks Y untuk perempuan.

Ovum/ telur yang dilepaskan selalu membawa 22 pasang pembawa tanda dan kromosom seks X. Pertemuan spermatozoa Y dengan telur X menjadi zigot laki-laki, dan bila sperma X bertemu telur X menjadi zigot perempuan. Pertemuan terlaksana setelah telur lepas sekitar 12 jam dan spermatozoa yang disebut fertilizasi ( pembuahan konsepsi). (Prof.Ida Bagus Gde Manuaba, SpOG, Th 1999).

Masyarakat kedokeran sepakat bahwa awal kehidupan manusia itu dimulai saat terjadi pertemuan ovum dengan spermatozoa, inilah yang dikenal dengan istilah pembuahan/ fertilizasi/ konsepsi/ impregnancy, tetapi terbentuknya anggota tubuh seperti otot, syaraf dan tulang tulang ini dibentuk oleh benang awal yang menjadi bagian dari tulang ekor sebelum membentuk diri dan menjadi bagian dari tulang ekor.

Benang awal ini adalah benih (biji)manusia, ketiadaan atau kurangnya benang awal ini, anggota tubuh tidak akan terbentuk, karena itu tidak akan berproses pada tahap pembentukan organ janin termasuk sistem saraf.    Para Pakar dalam bidang ilmu janin (embrio) telah menetapkan bahwa janin bayi berkembang dari benang halus untuk mencapai suatu tahab, yang disebut sebagai benang awal. Benang ini terbentuk pada hari ke lima belas dari permulaan kehamilan.

Pentingnya benang awal ini dikaji oleh  Team Warnock Inggris – spesialis dengan inseminasi dan embrio manusia – yang ditandai antara waktu yang telah ditentukan oleh para dokter dan peneliti untuk melakukan percobaan pada hasil embrio awal akibat kelebihan IVF in vitro, telah memungkinkan Komisi untuk melakukan tes ini sebelum timbulnya benang awal, dan dilarang sepenuhnya setelah penampakannya, dengan alasan bahwa kemunculan benang awal itu akan berakibat pada proses pembentukan awal sistem saraf.

Foto benang awal

Foto dengan alat mikroskop electron yang menunjukkan munculnya tulang ekor (benang awal)

Benang Awal /Tulang Ekor

Gambar munculnya benang awal (Huruf A)

Setelah benang awal selesai dengan tugasnya  pada minggu keempat, benang awal mulai menghilang dan menetap sebagai bagian kecil di ujung tulang belakang, yang dikenal dalam bahasa Arab dengan ‘ash’ash, yang hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Disini para pakar bidang janin dan kehamilan membuktikan kebenaran sabda Nabi saw bahwa manusia diciptakan dari tulang ekornya yang pada awal mulanya masih berujud benang awal.

KEBANGKITAN.

…….ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang Telah hancur luluh?” 78. Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan dia Maha mengetahui tentang segala makhluk. 79. Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, Maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”.80. Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? benar, dia berkuasa. dan dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. 81. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia. 82. (Surat Yasin ayat 78-82)

Ketika Rasulullah saw menerangkan hari kebangkitan, orang orang kafir tidak percaya akan adanya hari kebangkitan, dimana manusia telah berujud tulang belulang bahkan telah habis dimakan tanah. Mereka berfikir secara sederhana karena belum terdukung ilmu pengetahuan dan teknologi, dan cara berfikir tanpa iman. Namun pada abad abad akhir ini terbukti secara ilmiah bahwa sel sel tulang ekor manusia adalah biji atau bibit yang tetap hidup meskipun jasadnya telah hancur dimakan tanah.

Nabi saw mengungkap bahwa manusia akan dibangkitkan dan disusun kembali di hari kiamat dari sel-sel tulang ekornya, karena seluruh jasad manusia itu akan habis dimakan tanah kecuali tulang ekornya. Abu Hurairah mendengar langsung keterangan  Nabi yang memnjawab pertanyaan salah seorang sahabat, kemudian Abu Hurairah menyampaikan kepada sahabat Nabi lainnya sebagaimana hadits berikut:

( ما بين النفختين أربعون قالوا: يا أبا هريرة أربعون يومًا؟ قال: أبيت ، قالوا: أربعون شهرًا ؟ قال: أبيت ، قالوا: أربعون سنة ؟ قال: أبيت ، قال: ثم يُنْزِل الله من السماء ماء فينبتون ، كما ينبت البقل ، ليس من الإنسان شيء إلا يبلى ، إلا عظمًا واحدًا وهو عجب الذنب ، ومنه يركب الخلق يوم القيامة ) رواه مسلم عن أبي هريرة

Nabi bersabda : Antara 2 tiupan terompet (Israfil) berjarak 40, para sahabat bertanya kepada Abu Hurairah, apakah 40 bulan?, Abu Hurairah menjawab, aku tidak memperhatikan, apakah 40 tahun, Abu Hurairah berkata: aku tidak perhatikan, kemudian Nabi bersabda: maka Allah menurunkan hujan dari langit hingga tumbuhlah mereka (yang mati) sebagaimana tumbuhnya biji-bijian, tak ada seorangpun yang tidak hancur (saat kiamat) kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, dari tulang ekor itulah manusia diciptakan dan dari tulang ekor itu pula manusia akan dihidupkan kembali. (Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah).

Gambar : Perbandingan tumbuhnya sel manusia dan sel biji-bijian yang tidak jauh berbeda.

Hal ini berarti bahwa sel-sel tulang ekor itu tetap hidup sebagaimana biji bijian yang dapat tumbuh kembali saat terkena hujan, begitu juga biji manusia yang akan hidup kembali saat Allah menurunkan hujan setelah hari kiamat.

Tulang Ekor

Gambar Tulang Ekor

Sekelompok ilmuwan China melakukan sejumlah percobaan laboratorium dengan memberikan perlakuan pada ujung tulang belakang ini (tulang ekor) dengan memasukkannya kedalam cairan zat asam dengan kadar tinggi, kemudian membakarnya, dan menggilingnya, ternyata sel-sel tulang belakang itu tetap hidup tidak mengalami kerusakan sedikitpun.

DR Utsman Jailani Aliy Mu’jamiy (Universitas San’a) Juga melakukan serangkaian percobaan dengan meneliti tulang ekor kambing. Untuk mengetahui apakah tulang ekor binatang juga memiliki sifat seperti tulang ekor manusia yang sel-selnya tidak mengalami kerusakan dan kematian. Ia melakukan serangkaian percobaan laboratories, dengan merendam ulang ekor dalam larutan asam berkadar tinggi, kemudian diteliti pengaruhnya terhadap sel-sel tulang ekor itu, terbukti tidak mengalami kerusakan sedikitpun, kemudian tulang itu di bakar hingga merah membara selama 10 menit, sesudah diteliti ternyata juga tidak mengalami kerusakan dan tidak mati, kemudian tulang itu ia giling dan terbukti sel-sel itu tidak terpengaruh.

Hari kebangkitan pasti terjadi, iman dan taqwa yang diaplikasikan dalam bentuk mentaati syariat Islam dan amal saleh yang akan dipertanggung jawabkan di pengadilan Allah harus disiapkan dari sekarang.

Rujukan :

  1. Tulang ekor adalah kumpulan paragraf di akhir sisa tulang belakangOleh Dr / Ali Osman Ceylan leksikografer Jailani1111111@gmail.com
  2. Prof..dr. Ida Bagus Gde Manuaba SpOG, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.
  3. Jalaluddin Abdurrahman, Jami’us Shaghir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s