POTENSI ROHANI

Pendayagunaan Cipta, Rasa dan Karsa.

Allah memberikan ruh pada manusia mempunyai berbagai potensi yang dapat didayagunakan untuk memperoleh kemanfaatan positif dalam kehidupannya. Kebanyakan orang belum mendayagunkannya secara optimal dan intensif untuk kepetingan dan kebutuhannya khususnya untuk kepentingan ibadah.

Ruh memiliki 3 potensi yaitu akal, hati, dan nafsu. Akal memiliki kemampuan berfikir, untuk memahami hukum sunnatullah (hukum alam), hukum kausalitas (sebab akibat), kemampuan kreasi/mencipta, mengingat, merekam, membayangkan, menggambarkan, mampu mengendalikan orang lain (hipnotis)dan berbagai kemampuan lainnya.

Para peneliti dari Pusat “Wolfson” di Cambridge University of British “Liege” Belgia telah menemukan gambaran otak, dan adanya kemungkinan untuk berkomunikasi dengan pasien koma/tidak sadar dengan menggunakan scan Magnetic MRI fungsional suara otak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “New England Journal of Medicine” untuk tanda-tanda kesadaran pada pasien diyakini sepenuhnya terisolasi dari dunia luar dan team peneliti memantau dan mencatat tingkat kewaspadaan dari tiga pasien yang telah didiagnosis penyakitnya.

Dengan bantuan alat itu para peneliti Wolfson” bertanya pada pasien yang menderita sakit agar membayangkan dirinya bermain tenis selama survey, di mana mereka diamati oleh para peneliti bahwa di suatu lokasi otak ada aktivitas yang berhubungan dengan gerakan orang, dengan subyek penelitian pasien tidak sadar karena cedera parah pada otaknya untuk mengetahui terhadap orang lain di sekitar mereka.

Para peneliti di Universitas “Liege” memberikan pertanyaan-pertanyaan pada pasien yang mengalami kecelakaan mobil tujuh tahun lalu, di mana para peneliti mendapatkan jawaban ya atau tidak dengan hanya menggunakan pikirannya, dan para peneliti meminta pasien membayangkan gambar bergerak (dinamis), dan gambar yang berhubungan dengan tempat seperti berfikir dan berkeliling di jalan-jalan raya dan pasien itu menjawab “ya” atau “tidak”. Dan  pasien memberikan jawaban tepat pada 5 dari 6 pertanyaan yang diajukan kepadanya tentang pribadi-Nya dan keluarganya dan peristiwa-peristiwa yang dialami seperti nama ayahnya.

Penemuan para ahli itu membuktikan bahwa potensi akal yang berada dalam benak seseorang sekalipun dalam keadaan koma, masih memiliki kemampuan berinteraksi terhadap rangsangan dari luar dengan memberikan jawaban yang tepat, membaca gambar bergerak. Pada orang yang normal kemampuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya bagi setiap mukmin.

Hati memiliki kemampuan memimpin/memerintah, mengawasi, melihat, mendengar, memahami, berbicara, merasakan, menerima yang haq/benar, memiliki sifat jujur, keras dan halus, lemah dan kuat, memiliki rasa sakit, senang, susah, benci, cinta, malu, bahagia, tenang/ tenteram, mempercayai dan lain-lain. Hati memiliki wilayah yaitu dalam dada, karenanya dada ini menjadi wilayah sasaran musuh bila hati seseorang lemah, wilayah dada akan direbut musuh dan dikuasai nafsunya.

Nafsu memiliki potensi kekuatan, memimpin/mengendalikan, mendorong, menguasai/mendominasi, memenuhi kebutuhan jasmani seperti kebutuhan perut, kebutuhan biologis, kebutuhan istirahat, kebutuhkan gerak dan lain lain. Dalam Al Quran surat Yusuf ayat 53 … nafsu ini kebanyakan memerintah pada hal-hal yang jelek. Keberadaan nafsu tidak perlu dihilangkan, tetapi wajib di lemahkan atau di salurkan dengan cara yang tidak bertentangan dengan syareat.

Pendayagunaan daya cipta, rasa dan karsa dalam ibadah.

Daya cipta salah satu dari fungsi akal, rasa adalah salah satu dari fungsi hati, dan gerak yaitu salah satu saluran potensi karsa yang bermuara pada nafsu, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah khusus seperti dzikir, berdoa dan shalat. Mendayagunakan daya cipta, rasa dan karsa dalam ibadah pada dasarnya adalah memadukan hukum sunnatullah dengan hukum syareat dalam satu kesatuan ibadah selama tidak menyimpang dari syareat.

Penerapan 3 daya diatas dalam suatu amalan dzikir diperlukan konsentrasi, yaitu menyatukan tiga daya dalam satu kesatuan dzikir baik dengan bacaan keras (jahr) maupun pelan (sir). Daya cipta dapat di satukan bila hal-hal yang merangsang dan mempengaruhi pikiran ini ditutup untuk sementara, salah satunya adalah mata/penglihatan. Karena saat konsentrasi pikiran harus focus pada tujuan, tetapi bila mata terbuka dan melihat hal yang dianggap lucu, ini akan memudarkan kemampuan membayangkan dan konsentrasinya.

Ketika mata terpejam, maka fikiran diarahkan untuk membayangkan dan mengalirkan bacaan dzikir, difokuskan ke dalam dada dengan membayangkan 4 titik didalam dada sebagai terminal untuk mengalirkan bacaan dzikir, dimulai dari terminal I yaitu bayangan titik di dada sebelah kiri bagian atas. Mengapa dimulai dari dada kiri atas? Hal ini karena filosofi Islam mengajarkan kita untuk menuju kearah kanan, sebagaimana tulisan Arab yang dimulai dari kiri menuju kearah kanan.

Terminal ke II kita bayangkan titik di dada kanan atas, kemudian kita alirkan turun ke terminal III yaitu titik bayangan di dada kanan bawah, kemudian kita alirkan ke samping kiri pada terminal IV yaitu titik bayangan di dada kiri bawah, kemudian kita alirkan naik kembali ke terminal I dan seterusnya, hingga membentuk aliran segi empat di dalam dada.

Untuk memberi pengaruh yang kuat pada hasilnya bisa diterapkan dengan gerakan badan, yaitu ketika konsentrasi sampai di terminal II gerak badan dicondongkan ke dada kanan atas, ketika sampai di terminal III gerak badan dicondongkan ke dada kanan bawah, ketika sampai di terminal IV badan dicondongkan ke dada kiri bawah, dan terminal I kembali ke dada kiri atas, demikian seterusnya.

Fungsi dan Manfaat Gerak dalam Dzikir.

Gerak adalah sunatullah pada setiap mahluk, dan merupakan kebutuhan mahluk hidup, dengan gerak manusia bisa lebih sehat, dapat membakar kolesterol, membuang sisa sisa pembakaran dan melenturkan urat syaraf yang bermanfaat bagi stamina dan kesehatan karena itu banyak manusia melakukan gerak badan atau olah raga.

Gerak dalam dzikir adalah berdzikir kepada Allah dengan kondisi konsentrasi disertai gerak, untuk melibatkan seluruh potensi jasmani dan rohani dalam aliran dzikir, sehingga pelakunya akan mendapat manfaat maksimal dari amalannya, orang akan mampu membangkitkan potensi reflex yang merupakan kekuatan bawah sadar (inner power) yang dapat dicapai dalam keadaan sadar, semua bernilai positif dari segi kesehatan, kekhusyukan dan pahalanya di sisi Allah.

Pengalaman membuktikan sektar tahun 1998 kami serombongan jamaah dzikir mengadakan dzikrullah di rumah bapak Haji Kuik Abdur Rahman, yang menjabat ketua Persatuan Tionghoa Islam Kota Yogyakarta. Ia adalah seorang olah ragawan ahli beladiri Karate yang memegang sabuk hitam (Dan II). Ketika kami berdzikir di rumahnya, dia mengikuti dari awal sampai akhir.

Ketika kami berdzikir sambil bergerak, dia juga mengikuti gerak, tetapi tidak lama ia berhenti dari geraknya hingga selesai dzikir selama kira kira 1 jam. Sesudah acara istirahat diadakan taushiyah dan acara kesan dan pesan. Maka Pak Abdur Rahman menyampaikan pesan dan kesannya.

Sesudah memperkenalkan diri, Ia mengatakan bahwa dirinya adalah Karateka pemegang sabuk hitam Dan II, ia bercerita walaupun saat itu usia nya sudah 60 tahun tetapi kalau komite (bertarung) satu lawan satu dengan anak muda ia mampu bertarung hingga 2 jam tanpa berhenti. Tetapi ia merasa heran/ ta’jub ketika ia berdzikir dengan bergerak sebagaimana dilakukan sahabat yang lain, hanya sekitar sepuluh menit perutnya mengeras dan sakit, hingga ia tidak mampu bergerak, maka ia tidak berani melanjutkan dzikir dengan bergerak.

Kemudian ia berkomentar, bila saudara saudara mampu berdzikir dengan gerak seperti ini selama hamper satu jam berarti stamina dan kesehatan anda luar biasa jauh lebih hebat dari apa yang saya capai.

5 thoughts on “POTENSI ROHANI

  1. Assalamualaikum wa rahmatullah, Pak Darowi yang saya hormati. Saya adalah anggota ngaji jamaah thariqah ahlu dzikri, akan tetapi dlm hal ini(maaf saya blum akan mengomentari tulisan bapak) saya yg bodoh ini akan bertanya mengenai puasa riyadhloh selasa,rabu,kamis.Yakni dari pandangan sunnah nabi muhammad saw…tolong penjelasannya(ekoa67@gmail.com).

    • Puasa riyadhah, riyadhah berarti latihan atau olah kanuragan, jadi puasa ini secara syareat termasuk puasa hajad, puasa itu ada wajib, sunnat, kiffarat, nadzar, dan hajad. contoh puasa hajad : puasa dalam rangkaian shalat istisqa selama 3 hari, yaitu untuk memohon hujan. baru saja ada kawan yang puasa hajad 3 hari untuk memohon hujan menyingkir selama 3 hari karena baru punya gawe mantu, ternyata terbukti Allah mengijabahi, Nabi bersabda : “orang yang puasa itu do’anya ijabah”.

  2. Hi there! Would you mind if I share your blog with my myspace group? There’s a lot of people that I think would really appreciate your content. Please let me know. Many thanks fbddeegekefe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s