Haramnya Melukis Gambar Mahluk yang Bernyawa

Haramnya Melukis Gambar Mahluk yang Bernyawa
Baik untuk seni, lambang organisasi, bendera dan lain-lain.

Di kalangan Umat Islam masih sering kita temukan kerancuan dalam mentaati hukum/syareat Islam berkaitan dengan gambar, sehingga dalam organisasi mereka masih ada yang belum disiplin terhadap aturan syareat yang mengharamkan menggambar mahluk hidup yang bernyawa sebagai lambang organisasinya.

Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.(QS AR Ra’du 16).

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِيْ، فَلْيَخْلُقُوْا ذَرَّةً، أَوْ: لَيَخْلُقُوْا حَبَّةً، أَوْ شَعِيْرَةً
Dan siapakah yang paling aniaya dari orang-orang yang melakukan pembuatan seperti mahluk-Ku, maka hendaklah mereka membuat atom atau membuat biji, atau benih kurma.

عن أَبِي هُرَيْرَةَ قالَ : قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم : ” أَتَانِي جِبْرَيلُ فَقَالَ : ” إنّي كُنْتُ أَتَيْتُكَ البَارِحَةَ فَلَمْ يَمْنَعَنِي أَنْ أَكُونَ دَخَلْتُ عَلَيْكَ البَيْتَ الّذِي كُنْتَ فِيهِ إِلاّ أَنّهُ كَانَ في بَابِ البَيْتِ تِمْثَالُ الرّجَالِ ، وَكَانَ في البَيْتَ قِرَامُ سِتْرٍ فِيهِ تَمَاثِيلُ ، وَكَانَ في البَيْتِ كلْبٌ . فَمُرْ بِرَأْسِ التّمْثَالِ الّذِي بِالْبَابِ فَلْيُقْطَعْ فَليَصِيرَ كَهَيْئَةِ الشّجَرَةِ ، وَمُرْ بِالسّتْرِ فَلْيُقْطَعْ وَيُجْعَلُ مِنْهُ وِسَادَتَيْنِ مُنْتَبِذَتَيْنِ تُوطَآنِ ، وَمُرْ بِالْكَلْبِ فَيُخْرَجْ . فَفَعَلَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم ، وَكَانَ ذَلِكَ الْكَلْبُ جِرْواً لِلْحُسَيْنِ أَوْ للحَسَنِ تَحْتَ نَضَدٍ لَهُ ، فَأَمَرَ بِهِ فَأُخْرِجَ ” .
رواهُ أبو داود (4158) ، والترمذي (2806) وقال : ” هذا حديثٌ حسنٌ صحيحٌ ” ، والحديثُ أصلهُ في الصحيحين مختصراً

-Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: “Jibril datang kepadaku dan berkata:” Saya kemarin akan datang kepadamu maka tidak ada yang menghalangiku memasuki rumahmu di mana kamu berada kecuali karena di pintu rumah ada patung pada tempat patung di tirai rumah , dan ada anjing di rumah. Maka perintahkanlah agar kepala patung di pintu dipenggal, supaya menjadi seperti sebatang pohon, dan suruhlah dengan tirai penutup dipotong untuk dibuat dua bantal, dan suruhlah agar anjing diusir keluar. Maka Rasulullah saw melaksanakan hal itu, dan anjing itu dibawa Hasan atu Hussein bin Aliy di bawah bangkunya, maka beliau memerintahkan mengeluarnya. ”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud hadits no(4158), dan al-Tirmidzi Hadits no (2806) dan berkata: “Hadits ini hasan shahih,” dan asal-usul hadits dalam Shahihain (2 Kitab Shahih Bukhari dan Muslim).

Dan saksi mengatakan tentang hadits saw: bahwa kata: “Maka suruhlah dengan kepala patung dipintu agar dipenggal, agar menjadi seperti batang pohon.” Maka dipotonglah kepala dan membuatnya menyerupai pohon, karena dengan memenggal kepala, keluarlah ruh dan menjadi benda mati yang mana benda mati tidak bergerak.

2 –Dari Said bin Abi al-Hasan berkata: Seorang pria datang kepada Ibnu Abbas, ia berkata: “Saya orang yang menggambar-gambar ini, maka nasehatilah aku. Ia berkata kepadanya: “dekatlah padaku”. Maka dia lebih mendekat. Kemudian berkata: “dekatlah padaku”. Maka mendekatlah ia hingga ia meletakkan tangan di atas kepalanya kemudian Ibnu Abbas berkata: “saya beritahu apa yang sudah saya dengar dari Rasulillaah saw beliau berkata: “ Setiap penggambar/pelukis itu masuk neraka, bila semua jenis yang digambarnya mahluk bernyawa, maka akan diazab di dalam neraka” ,Dia berkata: “Jika kamu mau tidak mau harus menggambar, maka gambarlah pohon, dan apa yang tidak bernyawa, maka ia didukung Nashr ibn Ali. (Hr.Bukhari no:2225, dan Muslim dengan lafalnya).

Syaikh-Islam Ibnu Taimiyah dalam “Al fatwa” (no : 29/370): “karena Itu ada perbedaan antara hewan dan selain hewan, karena boleh membuat gambar pohon dan bahan material dalam kain dan dinding dan sebagainya, karena Nabi saw bersabda:” Barang siapa menggambar suatu gambar maka akan ditiupkan ruh padanya, dan bukan gambar yang bias ditiupkan (Roh) “, bahwa Ibnu Abbas berkata kepada orang yang minta nasehat:” Gambar pohon yang tidak ber roh itu “Dalam kitab Sunnah Nabi saw bahwa Jibril menyuruh kepadanya agar kepalanya dipotong”. Karena itu pokok Nas-nya adalah kepala itu, dan teks “gambar” berarti kepala, di mana roh tidak menetap pada yang tidak berkepala, seperti benda mati.”

Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata dalam Kitab “Al Fath” no: 10/408): “kesepakatan mengenai gambar adalah gambar yang tidak ber roh, itu dipahami dari Ibnu Abbas dari akhir hadits yang khusus pada gambar yang bernyawa dari perkataan :” ditugaskan (kepada malaikat) untuk meniupkan roh itu maka ada perkecualian apa yang bukan roh seperti pohon “a.. e.

Dalam kitab Malik “Al Muwattha’ disebutkan hadits Nabi saw :

وَحَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ ، أَنَّهَا اشْتَرَتْ نُمْرُقَةً فِيهَا تَصَاوِيرُ، فَلَمَّا رَآهَا رَسُولُ اللَّهِ  قَامَ عَلَى الْبَابِ فَلَمْ يَدْخُلْ، فَعَرَفَتْ فِي وَجْهِهِ الْكَرَاهِيَةَ وَقَالَتْ :يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ، فَمَاذَا أَذْنَبْتُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : « فَمَا بَالُ هَذِهِ النُّمْرُقَةِ ؟ ». قَالَتِ : اشْتَرَيْتُهَا لَكَ تَقْعُدُ عَلَيْهَا وَتَوَسَّدُهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : « إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يُقَالُ لَهُمْ : أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ ». ثُمَّ قَالَ : « إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ الصُّوَرُ لاَ تَدْخُلُهُ الْمَلاَئِكَةُ »(580). مالك الموطأ 2796
Diriwayatkan kepadaku oleh Malik, dari Nafi’, dari Al Qashim bin Muhammad, dari Aisyah isteri Nabi saw bahwasanya ia telah membeli bantal kecil yang bergambar, maka setelah Rasulullaah melihatnya kemudian berdiri dan keluar pintu dan beliau tidak masuk , maka ia melihat kebencian dari wajah beliau, ia berkata: “wahai Rasulallaah saya bertaubat kepada Allaah dan rasul-Nya, dan apakah dosa yang saya perbuat”? Maka beliau berkata: “siapakah yang membawa bantal ini”? ia berkata: “saya telah membelinya buat duduk anda di atasnya dan tidur”. Kemudian Rasulullaah berkata: “sungguh pembuat gambar ini akan disiksa pada hari kiamat, dikatakan kepada (malaikat) hidupkanlah (tiupkan ruh) pada apa yang kalian ciptakan itu, kemudian beliau berkata : “sungguh rumah yang terdapat gambar di dalamnya malaikat tidak mau memasukinya”. ( Kitab Malik Al Muwattha’ no 2796).
Meskipun bukti khusus sudah jelas untuk menggambar apa yang tidak memiliki roh, tapi tetap ada perbedaan para ulama dalam pendapat:

Pendapat pertama:
Diperbolehkan gambar yang tidak bernyawa semisal gunung, pohon-pohon, lembah-lembah, planet-planet seperti matahari, bulan, bintang-bintang dan benda langit lainnya.

Suatu pengecualian adalah jika gambar makhluk-makhluk ini, atau beberapa dari mereka dengan maksud untuk menyembah selain Allah, maka haram menggambarnya.

Pandangan ini adalah pendapat mayoritas ulama, Imam Nawawi mengatakan dalam “Syarah Muslim” (14 / 81 – 82): “sahabat kami dan ulama lain berkata : menggambar gambar hewan adalah haramun syadiid (larangan berat) yang merupakan dosa besar, karena dia ini diancam dengan peringatan keras yang disebutkan dalam hadits, dan keduanya sama dibuat dengan alat penggambar atau selainnya, semua dilarang dalam segala situasi, karena menyaingi ciptaan Allah, entah digambar pada kain, karpet, atau rumah mereka, uang/dinar, atau valas, atau mangkok atau dinding atau lainnya. adapun menggambar pohon, dan pelana unta dan hal-hal lain yang tidak gambar binatang tidak haram, ini aturan yang sama fotografi.

Kita bisa menemukan lambang organisasi atau lambang suatu negara Islam tidak ada yang memakai gambar mahluk hidup karena hal itu melanggar ketentuan syareat, utamanya bila organisasi dakwah jelas itu menggambarkan ketidak tahuan atau menganggap enteng ktentuan syareat yang seharusnya mereka tegakkan. Contoh lambang berikut ini adalah lambang organisasi beladiri sebagai sarana dakwah Islam tetapi lambang yang mereka buat memakai gambar burung, sebagai mana di bawah ini;

Solusi untuk hal ini adalah menggani gambar burung dengan gambar selain gambar mahluk bernyawa misal gambar Kitab Al Quran seperti berikut ini:

Rujukan :
http://www.saaid.net/Doat/Zugail/328.htm

7 thoughts on “Haramnya Melukis Gambar Mahluk yang Bernyawa

    • fota bukan buatan manusia tetapi pemindahan obyek melalui teknologi, jadi menurut pendapat saya bukan termasuk lukisan tangan atau buatan manusia. namun kalau gambar yang mengarah kemusyrikan atau porno, atau kultus individu hukukmnya tetap haram.

    • gambar kreasi tangan untuk mahluk hidup tetap tidak diperbolehkan berdasar ketentuan syareat, tetapi secara hikmah/hakekat selama tidak melanggar azaz pengharaman masih bisa ditolelir, prinsip pengharaman gambar itu: 1. syirik, 2. Pemujaan/dikultuskan. 3 melanggar ketentuan akhlaq misal pornografi. Selama tidak mengandung 3 unsur itu ulama masih bisa dilakukan, wallaahu a’lam bis shawab.

  1. Assalamualaikum…,pak kalau kita menggambar hanya untuk iseng” aja,tidak ad maksud memuja,mengindahkan gambar itu,boleh tidak?
    dan kalau saya menggambarnya hanya setengah badan,itu bagaimana hukumnnya?

  2. Assalamualaikum
    Saya bertanya tentang melukis dan memfoto..
    Bahwasanya melukis adalah seni membuat gambar ,sedang foto adalah perpaduan seni dan teknologi dalam perkembangannya untuk mengambil gambar.kedua duanya sama.
    Jika menggambar di haramkan maka semua yg kita pakai tak terlepas dari gambar.contoh adalah uang,kita tahu uang dibuat oleh seniman gambar,terutama uang logam yg dipahat terlebih dahulu menggunakan baja sebagai acuan cetaknya.sekiranya haram,apakah semua penduduk ini mendapatkan dosa?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s