ORANG-ORANG YANG MENDAPAT HIDAYAH

Nabi Muhammad Nabi yang ditunggu Umat Hindu
New Delhi, India
Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.
Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.
Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri “KALKY AUTAR” sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.
Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.
Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya “ABDULLAH”. Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya “AMINAH”. Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya MINAH.
Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebiuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.
Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra’ Mi’raj dimana Rasullah mengendarai Buroq
Dikutip buletin Aktualita Dunia Islam no 58/II Pekan III/februari 1998
AGAMA KRISTEN AWAL BERTAUHID KEPADA ALLAH TA’ALA.
Yusuf Ernes mantan Pendeta Kristen Masuk Islam dan ditanya: Apakah Yesus (Isa bin Maryam) seorang Katholik?
Jawabannya : Bukan! Mengapa?
Karena gereja Katholaik itu sudah ada sejak 300 tahun sebelum Yesus lahir. Katholik sebenarnya di mulai dari Rhoma oleh Alexander Agung. Katholik artinya “universal”, gereja itu universal untuk kekaisaran Rhoma. Orang yang tidak bergabung di dalamnya tidak boleh menjadi warga Rhoma.
Ajarannya bertentangan dengan ajaran Yahudi dan bertentangan dengan Kristen Awal selama lebih dari 200 tahun, mereka juga bertentangan secara diometrik sedemikian hingga orang orang Rhoma membunuh para penganut Kristen awal. Khatholik tidak mengadobsi ajaran Kristen hingga tahun 325.
Ketika ajaran Kristen mulai diadobsi ke agama Katholik, mereka mengubah banyak hal, lihat di Enseklopedi Brittannica Americana atau lainnya, baca tentang gereja Katholik.
Pada bulan Agustus tahun 325 M dalam Konsili Nicea, pertama-tama mereka mengubah tanggal lahir Yesus agar sama dengan tanggal lahir Dewa Mithra salah satu dewa sembahan mereka, dan juga tanggal lahir dewa matahari yakni 25 Desember yang diyakini sebagai hari terpendek.
Konstantin (Kaisar Rhoma) waktu itu adalah penyembah dewa matahari Sol Invictus. Sampai sekarang kalau kita masuk gereja Katholik akan melihat begitu banyak gambar, patung di mana-mana. Yang baru pertama kali masuk, khususnya muslim akan terkejut karena patung, berhala ada di mana-mana.
Protestan mengajarkan perintah Allah kedua sama pentingnya dengan perintah pertama. Perintah Allah pertama dalam keluaran, sama dengan perintah pertama dalam Deuteronomi, dikatakan : “Aku Allah Tuhanmu yang membawamu keluar dari Mesir, tidak ada Tuhan selain Aku” perintah ini sama dengan ucapan “asyhadu allaa ilaaha illallaah,” itu perintah pertama bagi seorang muslim yang harus ditegakkan, juga perintah kedua adalah : “ jangan membuat patung berhala yang menyerupai apapun yang berjalan di muka bumi, berenang di dalam air, atau terbang di udara.
Ketika Yesus ditanya muridnya, perintah mana yang paling penting? Lihat Injil Markus no 12: 29 maka jawabnya : “Hai orang Israel Tuhan kita adalah Allah yang Maha Esa. Kasihanilah Allah-mu dengan sepenuh hati, segenap jiwamu dan seluruh akal budimu.” Ini sama dengan kata Nabi Muhammad saw : Qul aamantu billahi tsummas-taqim artinya “katakalah: aku yakin kepada Allah, kemudian luruslah.” Muslim yang baik melaksanakan perintah itu. Sementara yang mengklaim perintah itu justru melaksanakan hal yang berbeda.

KISAH NYATA DI AMERIKA JEMAAT SATU GEREJA MASUK ISLAM.
Oleh Maliq’s Kreatived design
Pada hari Rabu tanggal 22 Februari tahun 2006, seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Amerika Serikat berjalan jalan dengan temannya yang beragama Katholik. Selain belajar ia juga melaksanakan tugas berdakwah. Ketika melewati gereja, temannya tadi mengajaknya untuk masuk gereja, tetapi ia menolak, setelah berkali-kali diajak iapun bersedia masuk dan duduk dengan tenang bersama jemaat lainnya.
Tidak lama kemudian datanglah sang pendeta, dan para jemaat memberi penghormatan dengan berdiri, dan sesudah selesai mereka duduk kembali.saat itu sang pendeta melihat kepada hadirin dengan mata terbelalak sambil berkata: di tengah tengah kita ada seorang muslim, aku harap agar ia keluar dari sini. Pemuda Arab itu tidak bergeming dari tempatnya, hingga pendeta itu mengulang-ulang perkataannya.
Akhirnya pendeta itu berkata: aku minta agar ia keluar dari tempat ini dan saya jamin keselamatannya. Setelah itu pemuda Arab itu berjalan keluar, tetapi sebelum keluar ia bertanya kepada pendeta itu : bagaimana anda tahu kalau saya seorang muuslim? Pendeta berkata: dari tanda yang terdapat di keningmu. Sesudah dijawab pemuda itu hendak keluar, tetapi diminta menjawab 22 pertanyaan yang diajukan oleh pendeta itu.
Tujuannya adalah untuk memojokkan pemuda itu dan sekaligus mengokohkan keberadaan gereja itu.
Pendeta berkata jawablah dengan tepat !
1. Sebutkan satu yang tiada duanya!
2. Dua yang tiada tiganya.
3. Tiga yang tiada empatnya.
4. Empat yang tiada limanya.
5. Lima yang tiada enamnya!
6. Enam yang tiada tujunya.
7. Tuju yang tiada delapannya.
8. Delapan yang tiada sembilannya.
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya.
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh
11. Sebelas yang tiada dua belasnya.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya.
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan yang bernafas tetapi tidak mempunyai ruh.
15. Apa yang dimaksud kuburan berjalan dengan membawa isinya?
16. Siapa yang berdusta tetapi masuk surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah tetapi Dia tidak menyukainya
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang dibakar dengan api, siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercpta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu, dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar?
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan, dan 2 dibawah sinaran matahari?
Pemuda itu menjawab :
1. Satu yang tiada duanya adalah Allah.
2. 2 tiada tiganya adalah siang dan malam sebagaimana firman Allah daa surat Al Isra’ ayat 12.
3. 3 tiada duanya adalah kekhilafan nabi Musa as ketika bertanya apa yang diperbuat nabi Khidzir.
4. 4 tiada limanya adalah Kitabullah yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al Quran.
5. 5 yang tiada enamnya adalah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujunya adalah jumlah hari ketika Allah menciptakan mahluk.
7. 7 yang tiada enamnya adalah 7 lapis langit (Al Mulk ayat 3).
8. 8 yang tiada kesemilannya adalah malaikat pemikul Arsy sebagaimana firman Allah dalam surat Al Haqqah ayat 17.
9. 9 tiada sepuluhnya adalah mu’jizat nabi Musa as yaitu tongkat, telapak tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, belalang, darah, kutu dan belalang.
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh adalah amal saleh yang dilipatkan sepuluh kali lipat. Qs Al An’am 160.
11. 11 yang tiada duabelasnya adalah saudara Yusuf.
12. Duabelas yang tiada tiga belasnya adalah dua belas mata air yang terjadi dengan pukulan tongkat nabi Musa. QS Al Baqarah 60.
13. Saudara Yusuf di tambah ayah dan ibunya.
14. Waktu subuh QS At Takwir ayat 18.
15. Ikan yang menelan nabi Yunus.
16. Saudara Yusuf yang telah berbohong tapi dimintakan ampun oleh bapaknya.
17. Suara keledai surat Luqman ayat 19.
18. Nabi Adam, malaikat, unta nabi Shaleh, kambing nabi Ibrahim.
19. Iblis, Abu Jahal, nabi Ibrahim, QS Al Anbiya ayat 69.
20. Unta nabi Shaleh, tentara Gajah, ashabul Kahfi.
21. Sesuatu yang diciptakan Allah yang dianggap besar adalah fitnah wanita. QS Yusuf 28.
22. Pohon Tahun, dahannya 12 bulan, daunnya hari 30 hari, buahnya 5 yang 2 kena sinar matahari yaitu shalat Luhur dan Asar 3 di bawah naungan yaitu Magrib, Isya dan Subuh.
Kemudian pemuda itu ganti bertanya: apa kunci surga itu?
Pendeta itu ragu-ragu untuk menjawab, hingga ditekan oleh para jemaat untuk menjawab, ia berkata: saya kuatir jawaban saya akan membuat kalian marah!
Para jemaat berkata: jawablah dan saya jamin keselamatnmu.
Maka pendeta mengucapkan : Asyhadu allaa ilaaha ilallaah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.
Akhirnya kalimat itu diucapkan oleh seluruh jemaat yang hadir dan mereka menjadi Islam semua.

BIARAWATI IRENE HANDONO MASUK ISLAM
Sumber: http://swamuslim.net// dan http://www.alhikmah.com/
Allah Ta’ala memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki, tidak peduli apa, siapa dan dimana dia. Hal ini terjadi pada Irene Handono, ia mendapat petunjuk sesudah mau bertafakkur menggunakan akal dan ilmunya, untuk menemukan kebenaran.
Mendapat hidayah dalam biara. Ia bercerita bagaimana ia masuk Islam berikut penuturannya:
Aku dibesarkan dalam keluarga yang religious, ayah dan ibuku merupakan pemeluk Katholik yang taat. Sejak bayi saya sudah dibaptis dan sekolah seperti amak-anak lain, akau juga mengikuti kursus agama secara privat. Ketika remaja aku aktif kegiatan di organisasi gereja.
Bagi orang Katholik hidup membiara adalah hidup paling mulia, karena pengabdian total seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan. Semakin aku besar keinginan itu semakin kuat sehingga menjadi biarawati adalah satu-satunya tujuan hidupku.
Kehidupanku nyaris sempurna, aku terlahir dari keluarga kaya raya, bila diukur secara materi. Rumahku luasnya 1000 meter persegi, bayangkan betapa besarnya. Kami berasal dari etnik Tionghoa. Ayahku seorang pengusaha terkenal di Surabaya. Beliau merupakan donator terbesar gereja di Indonesia. Aku satu-satunya anak perempuan kelima dari lima bersaudara.
Aku amat bersyukur karena dianugrahi banyak kelebihan. Selain materi, kecerdasanku cukup lumayan. Prestasi akademikku selalu memuaskan. Aku pernah terpilih sebagai ketua termuda pada salah satu organisasi gereja.
Ketika remaja aku layaknya remaja pada umumnya, punya banyak teman, aku dicintai oleh mereka, bahkan aku menjadi favorit bagi kawan-kawanku. Intinya, masa mudaku kuhabiskan dengan penuh kesan, bermakna, dan indah. Namun demikian aku tidak larut dalam semaraknya pergaulan muda-mudi, walalupun semua fasilitas untuk hura-hura bahkan foya-foya ada. Keinginan untuk menjadi biarawati tetap kuat. Ketika aku lulus SMU, aku memutuskan untuk mengikuti panggilan Tuhan itu.
Tentu saja orang tuaku terkejut. Berat bagi mereka untuk membiarkan anak gadisnya hidup terpisah dengan mereka. Sebagai pemeluk Katholik yang taat, mereka akhirnya mengikhlaskannya.

Sebaliknya dengan kakak-kakaku, mereka justru bangga punya adik yang masuk biarawati.
Tidak ada kesulitan ketika aku melangkah ke biara, justru kemudahan yang kurasakan. Dari banyak biarawati, hanya ada dua orang biara yang diberi tugas ganda. Yaitu kuliah di biara dan kuliah di Instituit Filsafat Teologia, seperti seminari yang merupakan pendidikan akhir pastur. Salah satu dari biarawati yang diberi keistimewaan itu adalah saya.
Dalam usia 19 tahun Aku harus menekuni dua pendidikan sekaligus, yakni pendidikan di biara, dan di seminari, dimana aku mengambil Fakultas Comparative Religion, Jurusan Islamologi.
Di tempat inilah untuk pertama kali aku mengenal Islam. Di awal kuliah, dosen memberi pengantar bahwa agama yang terbaik adalah agama kami sedangkan agama lain itu tidak baik. Beliau mengatakan, Islam itu jelek. Di Indonesia yang melarat itu siapa?, Yang bodoh siapa? Yang kumuh siapa? Yang tinggal di bantaran sungai siapa? Yang kehilangan sandal setiap hari jumat siapa? Yang berselisih paham tidak bisa bersatu itu siapa? Yang jadi teroris siapa? Semua menunjuk pada Islam.
Jadi Islam itu jelek.
Aku mengatakan kesimpulan itu perlu diuji, kita lihat negara-negara lain, Philiphina, Meksiko, Itali, Irlandia, negara-negara yang mayoritas kristiani itu tak kalah amburadulnya. Aku juga mencontohkan negara-negara penjajah seperti terbentuknya negara Amerika dan Australia, sampai terbentuknya negara Yahudi Israel itu, mereka dari dulu tidak punya wilayah, lalu merampok negara Palestina.
Jadi tidak terbukti kalau Islam itu symbol keburukan. Aku jadi tertarik mempelajari masalah ini. Solusinya, aku minta ijin kepada pastur untuk mempelajari Islam dari sumbernya sendiri, yaitu al- Qur’an dan Hadits. Usulan itu diterima, tapi dengan catatan, aku harus mencari kelemahan Islam.
Kebenaran surat Al Ikhlas

Ketika pertama kali memegang kitab suci al-Qur’an, aku bingung. Kitab ini, mana yang depan, mana yang belakang, mana atas mana bawah. Kemudian aku amati bentuk hurufnya, aku semakin bingung. Bentuknya panjang-panjang, bulat-bulat, akhirnya aku ambil jalan pintas, aku harus mempelajari dari terjemah.
Ketika aku pelajari dari terjemahan, karena aku tak mengerti bahwa membaca al-Quran dimulai dari kiri, aku justru terbalik dengan membukanya dari kanan. Yang pertama kali aku pandang, adalah surat Al Ihlas.
Aku membacanya, bagus surat al-Ikhlas ini, pujiku. Suara hatiku membenarkan bahwa Allah itu Ahad, Allah itu satu, Allah tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak sesuatu pun yang menyamai Dia. “Ini ‘kok bagus, dan bisa diterima!” pujiku lagi.
Pagi harinya, saat kuliah teologia, dosen saya mengatakan, bahwa Tuhan itu satu tapi pribadinya tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Putra dan Tuhan Roh Kudus. Tiga Tuhan dalam satu, satu Tuhan dalam tiga, ini yang dinamakan trinitas, atau tritunggal. Malamnya, ada yang mendorong diriku untuk mengaji lagi surat al-Ihklas. “Allahhu ahad, ini yang benar,” putusku pada akhirnya.
Maka hari berikutnya terjadi dialog antara saya dan dosen-dosen saya. Aku katakan, “Pastur (Pastur), saya belum paham hakekat Tuhan.”
“Yang mana yang Anda belum paham?” tanya Pastur.
Dia maju ke papan tulis sambil menggambar segitiga sama sisi, AB=BC=CA. Aku dijelaskan, segitiganya satu, sisinya tiga, berarti tuhan itu satu tapi pribadinya tiga. Tuhan Bapak sama kuasanya dengana Tuhan Putra sama dengan kuasanya Tuhan Roh Kudus. Demikian Pastur menjelaskan.
“Kalau demikian, suatu saat nanti kalau dunia ini sudah moderen, iptek semakin canggih, Tuhan kalau hanya punya tiga pribadi, tidak akan mampu untuk mengelola dunia ini. Harus ada penambahnya menjadi empat pribadi,” tanyaku lebih mendalam.
Dosen menjawab, “Tidak bisa!”
Aku jawab bisa saja, kemudian aku maju ke papan tulis. Saya gambar bujur sangkar. Kalau dosen saya mengatakan Tuhan itu tiga dengan gambar segitiga sama sisi, sekarang saya gambar bujur sangkar. Dengan demikian, bisa saja saya simpulkan kalau tuhan itu pribadinya empat. Pastur bilang, tidak boleh.
Mengapa tidak boleh? Tanya saya semakin tak mengerti.
“Ini dogma, yaitu aturan yang dibuat oleh para pemimpin gereja!” tegas Pastur.
Aku katakan, kalau aku belum paham dengan dogma itu bagaimana?
“Ya terima saja, telan saja. Kalau Anda ragu-ragu, hukumnya dosa!” tegas Pastur mengakhiri.
Walau pun dijawab demikian, malam hari ada kekuatan yang mendorong saya untuk kembali mempelajari surat al-Ikhlas. Ini terus berkelanjutan, sampai akhirnya aku bertanya kepada Pastur, “Siapa yang membuat mimbar, membuat kursi, meja?” Dia tidak mau jawab.
“Coba Anda jawab!” Pastur balik bertanya. Dia mulai curiga. Aku jawab, itu semua yang buat tukang kayu.
“Lalu kenapa?” tanya Pastur lagi.
“Menurut saya, semua barang itu walaupun dibuat setahun lalu, sampai seratus tahun kemudian tetap kayu, tetap meja, tetap kursi. Tidak ada satu pun yang membuat mereka berubah jadi tukang kayu,” saya mencoba menjelaskan.
“Apa maksud Anda?” Tanya Pastur penasaran.
Aku kemudian memaparkan, bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan seluas isinya termasuk manusia. Dan manusia yang diciptakan seratus tahun lalu sampai seratus tahun kemudian, sampai kiamat tetap saja manusia, manusia tidak mampu mengubah dirinya menjadi Tuhan, dan Tuhan tidak boleh dipersamakan dengan manusia.
Malamnya, kembali kukaji surat al-Ikhlas. Hari berikutnya, aku bertanya kepada Pastur, “Siapa yang melantik RW?” Saya ditertawakan. Mereka pikir, ini ‘kok ada suster yang tidak tahu siapa yang melantik RW?.
“Sebetulnya saya tahu,” ucapku.
“Kalau Anda tahu, mengapa Anda Tanya? Coba jelaskan!” tantang mereka.
“Menurut saya, yang melantik RW itu pasti eselon di atasnya, lurah atau kepala desa. Kalau sampai ada RW dilantik RT jelas pelantikan itu tidak syah.”
“Apa maksud Anda?” Mereka semakin tak mengerti.
Saya mencoba menguraikan, “Menurut pendapat saya, Tuhan itu menciptakan alam semesta dan seluruh isinya termasuk manusia. Manusia itu hakekatnya sebagai hamba Tuhan. Maka kalau ada manusia melantik sesama manusia untuk menjadi Tuhan, jelas pelantikan itu tidak syah.”
Keluar dari Biara
Malam berikutnya, saya kembali mengkaji surat al-Ikhlas. Kembali terjadi dialog-dialog, sampai akhirnya saya bertanya mengenai sejarah gereja.
Menurut semua literratur yang saya pelajari, dan kuliah yang saya terima, Yesus untuk pertama kali disebut dengan sebutan Tuhan, dia dilantik menjadi Tuhan pada tahun 325 Masehi. Jadi, sebelum itu ia belum menjadi Tuhan, dan yang melantiknya sebagai Tuhan adalah Kaisar Constantien kaisar romawi.
Pelantikannya terjadi dalam sebuah conseni (konferensi atau muktamar) di kota Nizea. Untuk pertama kali Yesus berpredikat sebagai Tuhan. Maka silahkan umat kristen di seluruh dunia ini, silahkan mencari cukup satu ayat saja dalam injil, baik Matius, Markus, Lukas, Yohanes, mana ada satu kalimat Yesus yang mengatakan ‘Aku Tuhanmu’? Tidak pernah ada.
Mereka kaget sekali dan mengaggap saya sebagai biarawati yang kritis. Dan sampai pada
pertemua berikutnya, dalam al-Quran yang saya pelajari, ternyata saya tidak mampu menemukan kelemahan al-Qur’an. Bahkan, saya yakin tidak ada manusia yang mampu.
Kebiasaan mengkaji al-Qur’an tetap saya teruskan, sampai saya berkesimpulan bahwa agama yang hak itu cuma satu, Islam. Subhanaallah.
Saya mengambil keputusan besar, keluar dari biara. Itu melalui proses berbagai pertimbangan dan perenungan yang dalam, termasuk melalui surat dan ayat. Bahkan, saya sendiri mengenal sosok Maryam yang sesungguhnya dari al-Qur’an surat Maryam. Padahal, dalam doktrin Katholik, Maryam menjadi tempat yang sangat istimewa. Nyaris tidak ada doa tanpa melalui perantaranya. Anehnya,
tidak ada Injil Maryam.
Jadi saya keluar dengan keyakinan bahwa Islam agama Allah. Tapi masih panjang, tidak hari itu saya bersyahadat. Enam tahun kemudian aku baru mengucapkan dua kalimah syahadat.
Selama enam tahun, saya bergelut untuk mencari. Saya diterpa dengan berbagai macam persoalan, baik yang sedih, senang, suka dan duka. Sedih, karena saya harus meninggalkan keluarga saya. Reaksi dari orang tua tentu bingung bercampur sedih.
Sekeluarnya dari biara, aku melanjutkan kuliah ke Universitas Atmajaya.
Kemudian aku menikah dengan orang Katholik. Harapanku dengan menikah adalah, aku tidak lagi terusik oleh pencarian agama. Aku berpikir, kalau sudah menikah, ya selesai!
Ternyata diskusi itu tetap berjalan, apalagi suamiku adalah aktifis mahasiswa. Begitu pun dengan diriku, kami kerap kali berdiskusi. Setiap kali kami diskusi, selalu berakhir dengan pertengkaran, karena kalau aku mulai bicara tentang Islam, dia menyudutkan. Padahal, aku tidak suka sesuatu dihujat tanpa alasan. Ketika dia menyudutkan, aku akan membelanya, maka jurang pemisah itu semakin membesar, sampai pada klimaksnya.
Aku berkesimpulan kehidupan rumah tangga seperti ini, tidak bisa berlanjut, dan tidak mungkin bertahan lama. Aku mulai belajar melalui ustadz. Aku mulai mencari ustadz, karena sebelumnya aku hanya belajar Islam dari buku semua.
Alhamdulillah Allah mempertemuka saya dengan ustadz yang bagus, diantaranya adalah Kyai
Haji Misbah (alm.). Beliau ketua MUI Jawa Timur periode yang lalu. Aku beberapa kali berkonsultasi dan mengemukakan niat untuk masuk Islam. Tiga kali ia menjawab dengan jawaban yang sama, “Masuk Islam itu gampang, tapi apakah Anda sudah siap dengan konsekwensinya?”
“Siap!” jawabku.
“Apakah Anda tahu konsekwensinya?” tanya beliau.
“Pernikahan saya!” tegasku. Aku menyadari keinginanku masuk Islam semakin kuat.
“Kenapa dengan dengan perkawinan Anda, mana yang Anda pilih?” Tanya beliau lagi.
“Islam” jawabku tegas.
Akhirnya rahmat Allah datang kepadaku. Aku kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di depan beliau. Waktu itu tahun 1983, usiaku 26 tahun. Setelah resmi memeluk Islam, aku mengurus perceraianku, karena suamiku tetap pada agamanya. Pernikahanku telah berlangsung selama lima tahun, dan telah dikaruniai tiga orang anak, satu perempuan dan dua laki-laki. Alhamdulillah, saat mereka telah menjadi muslim dan muslimah.

Shalat pertama kali

Setelah aku mengucapkan syahadat, aku tahu persis posisiku sebagai seorang muslimah harus bagaimana. Satu hari sebelum ramadhan tahun dimana aku berikrar, aku langsung melaksanakan shalat.
Pada saat itulah, salah seorang kakak mencari saya. Rumah cukup besar. Banyak kamar terdapat didalamnya. Kakakku berteriak mencariku. Ia kemudian membuka kamarku. Ia terkejut, ‘kok ada perempuan shalat? Ia piker ada orang lain yang sedang shalat. Akhirnya ia menutup pintu.
Hari berikutnya, kakakku yang lain kembali mencariku. Ia menyaksikan bahwa yang sedang shalat itu aku. Selesai shalat, aku tidak mau lagi menyembunyikan kututupi. Kakakku terkejut luar biasa. Ia tidak menyangka adiknya sendiri yang sedang shalat. Ia tidak
agama baruku yang selama ini kututupi. Kakakku terkejut luar biasa. Ia tidak menyangka adiknya sendiri yang sedang shalat. Ia tidak
bisa bicara, hanya wajahnya seketika merah dan pucat. Sejak saat itulah terjadi keretakan diantara kami.
Agama baruku yang kupilih tak dapat diterima. Akhirnya aku meninggalkan rumah. Aku mengontrak sebuah rumah sederhana di Kota Surabaya. Sebagai anak perempuan satu-satunya, tentu ibuku tak mau kehilangan. Beliau tetap datang menjenguk sesekali. Enam tahun kemudian ibu meninggal dunia. Setelah ibu saya meninggal, tidak ada kontak lagi dengan ayah atau anggota keluarga yang lain sampai sekarang.

Aku bukannya tak mau berdakwah kepada keluargaku, khususnya ibuku. Walaupun ibu tidak senang, ketegangan-ketegangan akhirnya terjadi terus. Islam, baginya identik dengan hal-hal negatif yang saya contohkan di atas. Pendapat ibu sudah terpola, apalagi usia ibu sudah lanjut.
Tahun 1992 aku menunaikan rukun Islam yang kelima. Alhamdulillah aku diberikan rejeki sehingga bisa menunaikan ibadah haji. Selama masuk Islam sampai pergi haji, aku selalu menggerutu kepada Allah, “kalau Engkau, ya Allah, menakdirkanku menjadi seorang yang mukminah, mengapa Engkau tidak menakdirkan saya menjadi anak orang Islam, punya bapak Islam, dan ibu orang Islam, sama seperti saudara-saudaraku muslim yang kebanyakan itu.
Dengan begitu, saya tidak perlu banyak penderitan. Mengapa jalan hidup saya harus berliku-liku seperti ini?” ungkapku sedikit kesal.
Di Masjidil-Haram, aku bersungkur mohon ampun, dilanjutkan dengan sujud syukur.
Alhamdulillah aku mendapat petunjuk dengan perjalan hidupku seperti ini. Aku merasakan nikmat iman dan nikmat Islam. Padahal, orang Islam yang sudah Islam tujuh turunan belum tentu mengerti nikmat iman dan Islam.
Islam adalah agama hidayah, agama hak. Islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia.
Manusia itu oleh Allah diberi akal, budi, diberi emosi, rasio. Agama Islam adalh agama untuk orang yang berakal, semakin dalam daya analisis kita, insya Allah, Allah akan memberi. Firman Allah,
“Apakah sama orang yang tahu dan tidak tahu?”
Sepulang haji, hatiku semakin terbuka dengan Islam, atas kehendak-Nya pula aku kemudian diberi kemudahan dalam belajar agama tauhid ini. Alhamdulillah tidak banyak kesulitan bagiku untuk belajar membaca kitab-kitab. Allah memberi kekuatan kepadaku untuk bicara dan berdakwah. Aku
begitu lancar dan banyak diundang untuk berceramah. Tak hanya di Surabaya, aku kerap kali diundang berdakwah di Jakarta. Begitu banyak yang Allah karuniakan kepadaku, termasuk jodoh, melalui pertemuan yang Islami, aku dilamar seorang ulama. Beliau adalah Masruchin Yusufi, duda lima anak yang isterinya telah meninggal dunia. Kini kami berdua sama-sama aktif berdakwah sampai ke pelosok desa. Terjun di bidang dakwah tantangannya luar biasa.
Alhamdulillah, dalam diri ini terus menekankan bahwa hidupku, matiku hanya karena Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s