ANTARA AKU DAN HAMBAKU ( Surat Al Fatehah)

Abu Hurairah ra berkata: Aku mendengar Rasulullah – saw – bersabda: Allah berfirman: (Saya telah membagi doa antara Aku dan jamba-Ku, bila hamba-Ku membaca : Segala puji bagi Allah Pemelihara semesta alam, Aku berkata: hamba-Ku telah memuji-Ku , Jika ia membaca: Tuhanku Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Aku berfirman: hamba-Ku telah menyanjung-Ku , dan jika ia membaca: Yang menguasai hari pembalasan, Aku berfirman: hamba-Ku telah memuliakan Aku, bila ia membaca: hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan Dia berfirman : ini antara Aku dan hamba-Ku dan untuk hamba-Ku apa yang ia minta, jika ia membaca: Tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang berikan nikmat kepada mereka, tetapi bukan jalan mereka yang dimurkai dan sesat, Dia berfirman: “Ini untuk hamba-Ku dan untuknya apa yang diminta) dalam riwayat lain disebutkan: (Saya bagi suarat Al Fatihah menjadi dua bagian antara Aku dan hamba-Ku).

Takhrij/Kajian Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan empat Sunan.
Wacana Hadits
Memuliakan Aku : mengagungkan dan mengahturkan penghormatan.
hamba itu menyerahkan kepa-Ku: sebuah jawaban/respon terhadap perintah.
Status Hadits
Hadits ini ini menunjukkan keutamaan Surat Al-Fatihah dan statusnya dalam agama, karena itu sebagian salaf menjelaskan bagaimana sangat pentingnya surat ini di sisi Allah: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Kuasa telah menurunkan, seratus empat buku, semuanya terkumpul pada empat kiatb: Taurat, Injil dan Zabur, dan Al Furqan, dan kandungan keempat kitab itu terkumpul dalam dalam Al Qur’an, dan kandungan Al Quran terkumpul dalam Al Mufashal, dan kandungan Al Mufashal tergabung dalam surat Al-Fatihah dan kandungan ilmu Al Fatihah terdapat dalam kalimat (hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepadamu kami mohon bantuan) (Al Fatihah ayat 5).
Keutamaan Al Fatihah.
Dari keutamaan dan sangat pentingnya Surah ini terbukti dengan kebajikan dan karakteristik yang menjadi kenyataan bahwa ritual shalat tidak syah/valid kecuali dengan membacanya, dan surat ini disebut shalat (doa), seperti dialog di atas, dan surat ini adalah Surah terbesar dalam Al Qur’an Dalam hadits Bukhari diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Alli berkata: ( Aku sedang shalat di masjid, maka Rasulullah saw maka saya tidak menjawabnya, aku berkata: Wahai Rasulullah, aku sedang shalat, beliau bersabda: “Bukankah Allah menyuruh : (penuhilah panggilan Allah dan Rasul jika memanggil kalian) (Surat Anfal 24), dan kemudian bersabda kepada saya: sungguh akan saya ajarkan kepadamu sebesar-besar surat dalam Al Qur’an sebelum kamu keluar dari masjid, kemudian beliau meraih tanganku, dan ketika ia akan keluar aku berkata kepada beliau: bukankah anda bersabda bila akan mengajarkan sebesar-besar Surah dalam Al Qur’an? beliau bersabda: (Al hamdulillahi rabbil ‘alamin (Segala puji bagi Allah) dialah Sab’ul matsani ( tujuh ayat yang diulang-ulang dan Al Quran yang teragung yang diberikan kepadamu) .

Al Fatehah adalah cahaya yang telah membuka pintu gerbang langit yang belum pernah terbuka sebelumnya, dan turun malikat malaikat karenanya, yang sebelumnya tidak pernah turun dan nabi saw dipilih untuk menerimanya yang rasul selemnya tidak pernah dipilih, dan janji untuk memberikan apa yang dikandung dalam makna ayat. Ibnu Abbas ra berkata: ketika Jibril duduk dengan Nabi – saw – beliau mendengar suara dari atas – seperti suara pintu jika dibuka – beliau mengangkat kepala dan berkata: ( ini pintu langit yang terbuka hari ini, yang tidak pernah terbuka sebelumnya, maka turunlah para malaikat ke bumi yang sebelumnya tidak pernah turun ke bumi ,maka beliau menyambut kehadirannya dan malaikat berkata: berbahagialah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu yang tidak diberikan kepada para nabi sebelum-mu, yaitu Fatihatul Kitab dan akhir surat Al Baqarah, tidak membaca satu huruf saja dari keduanya kecuali Aku akan memberinya) HR. Muslim.

Al Fatihah adalah induk Al Qur’an, karena asal kata induk/ ibu, karena segala sesuatu kembali kepadanya, dan semua makna Al Quran dan ilmunya kembali kepada surat ini, Diriwayatkan dari Abu bin Ka’b, ra bahwa Nabi saw bersabda: (apa yang diwahyukan Allah di dalam Taurat atau Injil, tidak ada yang seperti Ummul Quran, dan dia itu Sab’ul matsani, yang membagi antara Aku dan Hamba-Ku dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya) Diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasaie.

Dan Al Fatihah adalah ruqyah sebagaimana diterangkan dalam hadits Abu Sa’id ra : bahwa orang orang dari sahabat nabi – saw – bertamu pada lingkungan dari suku Arab maka mereka tidak dimuliakan – atau dijamu dengan makanan sementara kepala suku mereka terkena gigitan binatang berbisa, mereka berkata: Apakah kamu punya obat atau mantera, para sahabat menjawab: sungguh kalian tidak menjamu kami karena itu kami tidak akan memberikan obat atau ruqyah sehingga kamu memberikan hadiah untuk kami, maka salah seorang sahabat itu mulai membacakan Umml Quran dan menggabungkan siput dan meludah, maka sembuhlah kepala suku itu, dan mereka member hadiah beberapa ekor kambing, dan berkata: Jangan kita bagi sebelum bertanya kepada Nabi – saw -, setelah sampai di hadapan nabi saw mereka bertanya kepada beliau, dan beliau tersenyum sambil berkata: (hadiah Apa yang kamu dapatkan dari ruqyah maka Ambillah dan saya diberi bagiannya) Bukhari.

Nama nama lain surat Al Fatihah
Nama nama yang banyak dari surat ini membuktikan betapa mulianya surat ini dan telah disebutkan oleh Imam Suyuti rahimallah dalam Kitab Al Itqan (penguasaan) yang mencapai dua lusin, nama-nama itu adalah: Al Fatihah {Pembuka ,Ummul Quran ( ibu dari Qur’an), dan Sab’ul Matsani ( tujuh ayat yang diulang-ulang), Al Quranul ‘Azhim ( Quran yang Agung), As shalatu (doa) , dan lain-lain.
Arti Hadits
Firmannya dalam hadits: (Saya telah membagi doa antara Abdi) yaitu Al Fatihah, disebut shalat karena tidak shalat jika tidak membacanya, seperti sabda – Nabi saw – Haji itu wukuf di Arafah, artinya kalau tidak wukuf di Arafah tidak syah, maka jelaslah hadits ini bahwa Allah Maha Kuasa telah membagi surah yang besar ini antara Dzatnya sendiri dan antara hamba-Nya menjadi 2 bagian, maka bagian untuk Allah adalah dari Al hamdulillah…. Sampai iyya kana’budu berupa pujian, sanjungan, penghormatan dan penyerahan ibadah kepadaNya dan bagian kedua adalah kalimat : iyyaka nasta’in hingga akhir surat yang merupakan permohonan, harapan, merendahkan diri dan mengadu kepada Allah dan karena itu Allah berfirman : (iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in) ini adalah antara Aku dan antara hamba-Ku.
Doa Al Fatihah
Kesimpulan surat yang paling penting adalah berdoa untuk mohon kebutuhan seorang hamba untuk urusan agama dan duniawinya, kebutuhan untuk membimbing dia ke jalan yang lurus/benar, yang lebih besar dari kebutuhannya untuk makan, minum dan napasnya, dan inilah kandungan makna surat ini, karena siapapun tidak akan lolos dari siksa dan tidak akan meraih kebahagiaan kecuali hanya dengan petunjuk ini, “Imam Ibnu Taimiyah berkata tentang surat Al Fatihah ini: “Ini adalah arah yang dituntut, sebesar-besar permohonan, andaikan orang yang berdoa tahu kadar permohonan ini maka permohonan lainnya akan ditinggalkan, maksudnya, doa itu tidak meninggalkan apapun baik urusan dunia dan akhirat” semuanya terpenuhi.
Karena itu, kita ungkapkan hadits tentang rahasia rahasia pilihan Allah dari Surah ini agar diulang ulang membacanya sedikitnya tujuh belas kali sehari semalam, atau sesuai dengan yang dikehendaki Allah baginya, setiap kali shalat dan berdoa kepada Tuhannya dan memenuhi panggilan-Nya, maka kedudukan itu jangan diganti dengan kedudukan lainnya.
Cara Membaca Al Fatehah.
Cara membaca surat Al Fatihah yang utama adalah dibaca satu ayat satu ayat waqaf (berhenti per-ayat), waqaf artinya berhenti dengan melepas nafas dan menarik nafas, karena kalau berhenti tidak bernafas namanya saktah bukan waqaf. Cara membaca demikian dilakukan baik ketika shalat jamaah atau sendirian, dibaca keras atau pelan. Diterangkan oleh Umi Salamah :
كَانَ يَقْطَعُ ايَةً ايَةٌ : اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ثُمَّ يَقِفُ اَلرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ ثُمَّ يَقِفُ , رواه الترمذي و الحاكم عن ام سلمة.
Terjemah : Adalah beliau (Nabi saw) itu mewaqafkan satu ayat- satu ayat, yakni : Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin kemudian waqaf, Arrahmaanir rahiim, kemudian waqaf. (riwayat Turmudzi dan Al Hakim dari Umi Salamah).
Uraian Al Fatehah.
Jalan lurus, jalan yang dimurkai, dan jalan yang sesat.
Ketika Adi bin Hatim berkata: Aku datang menemui Rasulullah saw dan di leherku bergantung sebuah salib dari emas, beliau bersabda: » Hai ‘Adiy .. lepaslah berhala ini dari lehermu« ia berkata: maka salib itu saya lepas, dan aku kembali menghadap beliau yang membaca ayat ini (mereka mengambil rabbi dan rahib sebagai Tuhan mereka selain Allah) [At Taubah: 31], Aku berkata: Wahai Rasulullah, kami tidak menyembah mereka (rahib) Beliau bersabda: » bukankah mereka telah mengharamkan apa yang di halalkan Allah, kemudian kamu ikut mengharamkannya, dan mereka menghiasi apa yang diharamkan Allah, dan kamu ikut menghiasinya?« Aku berkata: Ya. Beliau bersabda: »Maka itulah ibadah mereka. Sunan At-Tirmidzi (3095).
Salib adalah pengecoh jalan hidup manusia karena menjadi simbul Iblis untuk menyesatkannya, hal ini dijelaskan Allah Yang Maha Mulia: (Iblis menjawab: “Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus,) QS Al A’raaf 16.
Abdullah berkata: (sautu hari Rasulullah saw membuat satu garis untuk kami, beliau berkata: »Ini jalan Allah« kemudian beliau membuat garis di sisi kanan memotong garis hingga membentuk garis di sisi kiri, beliau berkata: »ini jalan, dan pada setiap jalan ada syetan yang menyeru ke jalan yang sesat « kemudian beliau membacakan ayat ini: (153. Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)[QS Al An’am 153].
Dalam penafsiran ayat ini Rasulullah saw menarik garis sebagai ungkapan jalan Allah yang lurus, .. maka ekspresi dari ayat: (Iblis menjawab: “Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi (memotong) mereka dari jalan-Mu yang lurus) [QS Al A’raaf : 16] jadi garis lurus itu akan dipotong garis lintang yang yang terungkap dari ucapan Iblis yang berkata “la aq’udanna” (benar-benar akan saya potong) hingga bentuk akhirnya adalah: pertemuan garis bujur dan garis lintang yaitu Salib, yang merupakan simbul iblis untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah Yang Maha Mulia.
Pemotongan Iblis pada jalan yang lurus secara realitas tidak nampak disisi Allah, tetapi potongan itu berakibat pada manusia yang menempuh jalan sesat, karena itu Quran telah meneguhkan jalan yang lurus, setelah Iblis bersumpah untuk menyesatkan manusia, tetapi Iblis mengakui ketidakmampuannya untuk menyesatkan hamba-hamba Allah yang ikhlas, dan memasukkan orang orang yang disesatkannya ke neraka Jahim: Allah SWT berfirman:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
Maka apabila Aku Telah menyempurnakan kejadiannya, dan Telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,
Kecuali iblis. ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.
Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”
Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau Telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”
Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, Karena Sesungguhnya kamu terkutuk,
Dan Sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”.
Berkata Iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) Maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,
Allah berfirman: “(Kalau begitu) Maka Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
Sampai hari (suatu) waktu yang Telah ditentukan,
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau Telah memutuskan bahwa Aku sesat, pasti Aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya,
Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis[799] di antara mereka”.
Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban-Ku-lah (menjaganya).
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.
Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang Telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.
Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
[QS Al Hijr: 28-44].
Salib menjadi simbol inti bagi orang-orang sesat yang mengikuti Iblis dalam semua berhala, mulai dari Fir’aun, terungkap bahwa salib menjadi kunci hidup mereka.. dan terakhir adalah orang-orang Nasrani yang percaya bahwa salib itu simbol Firaun, suatu gejala yang menyimpang dari sejarah salib yang mereka sembah, bahkan muncul nama-nama sebutan yang sama dengan salib Firaun .. «Kunci Hidup».
Ketika terungkap bahwa orang-orang Nasrani terbukti mempunyai akar sejarah yang mirip seperti Firaun, tanpa berhala Fir’aun yang jelas! yang menjadikan Al Ja’ran sebagai dewa, dan orang-orang mengenakan topeng kucing dan .. anjing di wajahnya!
Iblis tidak berhenti pada salib sebagai simbol, tapi ia menambahnya dengan jelas, yaitu ketika Iblis memasukkan dalam pikiran orang Nasrani bahwa tempat di mana Isa Al Masih disalibkan – yaitu tempat Nabi Adam as dimakamkan di dalamnya, dan mereka sebut (Golgota) kata dari bahasa Aram yang berarti «tengkorak: yaitu tengkorak Adam, dengan demikian Iblis mengokohkan arti garis pemotong/ silang dengan bid’ah yang tidak berdasar, yang memotong jalan kehidupan lurus yang ditempuh semua nabi, sejak dari Adam as ..
Karena itu, Imam al-Suyuthi berkta bahwa jalan orang orang yang diberi nikmat atas mereka: adalah jalan para nabi, bukan jalan yang dimurkai, yaitu jalannya orang-orang “Yahudi, bukan jalan yang sesat artinya bukan jalannya orang orang Nasrani yang pikirannya mengikuti bisikan Iblis, bukti yang menguatkan adalah adanya perintah untuk berbuat bid’ah dan salib sebagai simbol yang memotong jalan Allah yang lurus, atau jalan para nabi sejak dari Adam saw, maka dari sinilah Iblis menjadikan salib sebagi sosok yang berhadapan dengan jalan Allah dengan segala sifat dan atribut-nya ..
Inti ibadah adalah permohonan petunjuk ke jalan yang lurus seperti pada Surat Al Fatihah yang dibaca dalam setiap shalat .. Terkait dengan orang Kristen yang menggunakan salib dalam ritual ibadahnya, walaupun tanpa berpikir dasar yang jelas dalam pelaksanaan ibadah mereaka karena tidak mungkin diajarkan Kristus ketika hidupnya, karena menurut dakwaan mereka Kristus mati disalib (sejarah mengatakan) sebagai hukuman karena berbahaya bagi Romawi!
Penafsiran makna salib datang dari rasa tanggung jawab hukum untuk memahami maksud bentuk ini, di mana dikatakan oleh Ummul Mukminin Aisyah, semoga Allah memberkatinya : (bahwa Nabi saw tidak menyimpan bentuk apa pun di rumahnya tidak juga salib, kecuali kayu pemukul).
Beberapa Pemimpin Islam, jika mereka melihatnya salib menutup matanya, dan berkata: Aku tidak mampu melihat dengan mataku pada orang-orang yang menghina Tuhannya, dan apa yang disembahnya .. adalah sejelek jelek penghinaan!
Yesus dan Kayu Salib
Untuk membuktikan bahwa salib adalah bentuk ekspresif dari jalan hidup paradoks dan hubungan antara Isa putra Maryam dengan kebenaran jalan, memerlukan penafsiran.
Jalan adalah metode menunaikan perintah Allah .. dengan pengajar yang menuntun para pengikut di jalannya, dan parameter yang paling penting adalah Rasulullah: (* Yassin, al Qur’an yang penuh kebijaksanaan* * sesungguhnya kamu termasuk rasul yang diutus * ke jalan yang lurus) [Yasin: 1-4].
Diantaranya termasuk Muhamad saw: (maka pegang teguhlah dengan apa yang diwahyukan kepadamu, sesungguhnya kamu berada di jalan yang lurus) [QS Az Zukhruf: 43].
Dan diantaranya adalah Isa putra Maryam .. Yang memiliki kaitan khusus dengan jalan yang benar sesuai keterangan Al-Qur’an di beberapa tempat, diantaranya firman-Nya:
(Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. apabila dia Telah menetapkan sesuatu, Maka dia Hanya Berkata kepadanya: “Jadilah”, Maka jadilah ia.
Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, Maka sembahIah dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. [Maryam: 34-36].
Maka terkumpullah ayat-ayat yang menerangkan tentang Isa bin Maryam, dan akhirnya datanglah ucapan tegas: (inilah jalan yang lurus)sebagai dasar bahwa apa yang menjadi misi Isa putra Maryam adalah termasuk jalan yang lurus itu.
Dan Allah Yang Maha Esa berfirman melalui lidah Isa as:
Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus [Al-Imran: 51] Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu maka sembahlah Dia, ini adalah lurus [Az Zukhruf : 64].
Dan dalam ayat ini Allah menggabungkan antara Muhammad saw dan Isa as, dan jalan lurus yang mereka tempuh dalam satu ayat: (Dan Sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. inilah jalan yang lurus.
[Az Zukhruf: 61].
Kata: (dan ikutilah) Aku kembali ke pada Muhammad saw .. Bukti kaitan antara Muhammad dan Isa as, dan makna jalan, mengingatkan bahwa akhirat adalah jalan utama .. dan bahwa Isa as memberikan informasi tentang kiamat .. Bukti sebuah kejadian yang akan terjadi pada waktu yang dekat.
Dan mengingatkan bahwa jalan itu adalah jalan orang-orang yang diberi nikmat atas mereka) [Al Fatihah:7], dan orang yang diberi nilkmat oleh Allah adalah sebagaimana berfirman Allah:
Dan siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, merekalah orang-orang yang diberi nikmat atas mereka dari para nabi dan orang-orang yang benar dan syuhada dan orang-orang yang saleh dan mereka adalah teman yang baik. [An Nisa: 69].
Dengan pertimbangan tersebut datanglah tafsir Jalan lurus, dari Abu ‘Aliyah (jalan yang lurus .. adalah jalannya Rasulullah saw dan para shahabat sesudahnya) ‘Ashim berkata: Jalan yang lurus adalah yang benar dan baik, Abu ‘Aliyah mengatakan: (jalan yang lurus .. adalah jalan yang dan cara hidup yang ditempuh Rasulullah saw dan Shahabat yang menyertainya yaitu kebenaran dan nasehat, demikian diriwayatkan Al Hakim dari Ibnu Abbas. Musnad Ahmad (4142).

9 thoughts on “ANTARA AKU DAN HAMBAKU ( Surat Al Fatehah)

  1. ass,…pak sy mau tanya apakah arti kata mufashal itu.trima kasih sebelumnya??

    Mufashal artinya pembatas antara surat yang satu dengan lainnya yaitu dengan basmalah pada permulaan surat, kecuali pada surat At Taubah yang tidak memakai pembatas basmalah.

    • Surat-surat Al Quran ada yang disebut Al Mufashal karena banyaknya pemutus antara ‎surat yang satu dengan yang lain, pemutus itu berupa bacaan basmalah pada awal ‎surat, tetapi basmalah itu berfungsi membatasi surat yang satu dengan lainnya, ‎bukan termasuk ayat, kecuali pada surat Al Fatehah, maka basmalah termasuk ayat ‎pertama dari Al Fatehah.‎

      Ulama membagi surat Al Mufashal menjadi 3 yaitu Thiwaalul Mufashal yg suratnya ‎panjang-panjang, dimulai surat qaaf sampai surat An Naba’ juz 30. Kemudian Ausathul ‎Mufashal (surat yang tidak begitu panjang (sedang) dimulai dari Surat An Naba ‎sampai surat Ad Dhuha, dan Qisharul Mufashal (suarat-surat pendek) dimulai dari ‎Surat Ad Dhuha sampai surat terakhir, yaitu surat An Naas.‎

      Ada pendapat 3 pembagian surat Al Mufashal itu : Thiwaalul Mufashal dari surat Al ‎Hujurat sampai surat Al Buruuj, Ausathul Mufashal dari suarat At Thaariq sampai ‎surat Lam yakumilladzina kafaru, Qisharul Mufashal dari surat Al Zalzalah sampai ‎akhir surat. ‎

    • Mufashal artinya pemutus antara surat yang satu dengan yang lain, ditandai dengan basmalah, kecuali surat Attaubah yang tidak memakai pembatas basmalah.

  2. Ada seseorang bertanya kepada saya sebut saja si AA, kata AA: “apakah ALFATEHAH itu FIRMAN ALLAH atau SABDA NABI MUHAMMAD?”, langsung aku jawab: “ALFATEHAH ITU JELAS FIRMAN ALLAH”, lantas AA membantah dan berkata: “coba anda simak ayat ke 5 > “Hanya kepada Engkau-lah KAMI menyembah dan hanya kepada Engkau-lah KAMI mohon pertolongan.”
    Kata KAMI adalah mempertegas ucapan nabi Muhammad/umatnya bukan ucapan ALLAH, jadi ALFATEHAH itu sebuah SABDA bukan FIRMAN, tapi kenapa ada di Alqur’an (kumpulan FIRMAN2 Allah.”
    Yth Admin, saya belum dapat kunci jawaban yg dimaksud, Saya minta tolong jawaban apa yg harus saya sampaikan pada AA, agar AA dapat memahaminya, trimakasih.
    Wassalam.

    • Surat Al Fatehah adalah firman Allaah berdasarkan apa yang disabdakan nabi saw dalam hadits shahih, karena manusia untuk berdialog kepada Allah harus sesuai apa yang dituntunkan Allah, termasuk bacaan dalam surat Al Fatihah adalah Allah menuntun manusia daam berkomunikasi kepada Tuhannya. untuklengkapnya bacalah tafsir surat Al Fatihah dalam blog ini juga ada.

  3. yang di maksud kami dalam firman allah adalah allah beserta para malaikat maikatnya.. seorang kristiani pernah mendebat bahwa mereka mengatakan bahwa tuhan mu juga tiga dengan kata kami itu kan berati tiga , itu hanya cara mereka mejatuhkan islam, allah adalah esa satu, allah katakan kami adalah karena allah memerintahkan para malaikat malaikatnya yang berkerja… , kami disini bukan artinya allah ada 3 tetapi allah beserta para malaikat malaikatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s