ISRA’-MI’RAJ RASULULLAH SAW

بسم الله ارحمان الرحيم

سُبْحَانَ الَّذِيْ أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الًّذِيْ بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

Hadits Isra’ Mi’raj itu bermacam macam diantaranya hadits dibawah ini:

قال موسى بن عقبة عن الزهري : عرج بروح رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى بيت المقدس وإلى السماء قبل خروجه إلى مدينة . وقال ابن عبد البر وغيره كان بين الإسراء والهجرة سنة وشهران انتهى . وكان الإسراء مرة واحدة .

Dari Musa bin ‘Uqbah dari Az Zuhri : Rasulullah saw ke Baitul Maqdis dan naik ke langit dengan ruh beliau, terjadi setahun lebih 2 bulan sebelum hijrah ke Madinah.

Isra’ Mi’raj tejadi hanya sekali.

Ringkasan Isra Mi’raj.

Rasulullah saw diperjalankan Allah dari Masjidil Haram (Mekah) ke Baitul Maqdis (Palestina, Syam). Beliau saw naik Buraq, dengan ditemani malaikat Jibril. Sampai di Baitul Maqdis beliau berhenti dan mengimami shalat sunat 2 rakaat yang diikuti arwah para Nabi dan Rasul.

Kemudian melanjutkan perjalanan Mi’raj (naik ke langit), sesampainya di depan pintu langit pertama (langit dunia) malaikat Jibril mengucap salam kepada malaikat penjaga  pintu dan ditanya:

Malaikat Penjaga: “siapa yang bersamamu?”

Jibril : “Muhammad.”

Malaikat Penjaga: “Diutuskan dia?”

Jibril : “ya”.

Kemudian dibukakan pintu langit I dan beliau melihat Nabi Adam as yang mengawasi ruh-ruh anak cucunya yang naik ke langit. Setiap melihat kekanan ia lihat ruh yang baik dan berkata: “ ruh yang baik keluar dri tubuh yang baik.”

Setiap beliau menengok  ke kiri beliau melihat ruh yang jelek dan berkata: “ruh yang jelek keluar dari tubuh yang jelek.”

Kemudian beliau naik ke langit ke 2 dan setiap tingkat ada pintu dan malaikat penjaga yang menanyakan pertanyaan yang sama. Di sini beliau bertemu Nabi Isa as. Dan Yahya as.

Kemudian beliau naik ke langit ke 3 dan beliau bertemu Nabi Yusuf as. Kemudian naik ke langit 4 dan bertemu dengan nabi Idris as. Kemudian naik ke langit 5 dan bertemu dengan nabi Harun as, Kemudian naik ke langit 6 dan beliau bertemu Nabi Musa as. Saat itu Nabi Musa menangis,

Nabi saw bertanya: “Mengapa anda menangis?”

Nabi Musa: “Saya sedih karena sangat sedikit Umatku yang masuk surga dibanding dengan umatmu.”

Kemudian beliau naik langit ke 7, dan bertemu nabi Ibrahim as. Kemudian beliau masuk ke Sidratul Muntaha.Kemudian naik ke Baitul Makmur dan melihat wujud asli malaikat Jibril yang memiliki 600 sayap. Karena itu Allah SWT berfirman :

ولقد رﺁه نزلة أخري عند سدرة المنتهى (سورة النجم 13-14)

“Dan sungguh ia (Muhammad) telah melihat dia (Jibril) dalam bentuk aslinya ketika berada di Sidratul Muntaha. (QS An Najm 13-14).

Kemudian Allah berfirman secara langsung kepada nabi kita dan memberi perintah kuwajiban shalat 50 kali. Tetapi beliau tidak begitu saja menerima melainkan memohon keringanan terus, demi umatnya yang lemah, hingga tinggal 5 kali sehari semalam, dan tidak ada keringanan lagi. Sekalipun 5 kali shalat tetapi pahalanya seimbang dengan 50 kali karena setiap kebaikan dilipatkan 10 kali lipat.

Hadits Ummu Hani’:

Dari Muhammad bin Ishaq dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib ra yang dpanggil Hindun bercerita tentang peristiwa Isra Rasul saw, tidaklah Rasulullah saw melakukan isra’  kecuali saat itu berada di rumahku, malam itu beliau tidur di rumahku,beliau shalat Isya kemudian tidur, dan kami juga tidur.

Menjelang subuh beliau membangunkan kami  dan kami shalat besama beliau, kemudian

Beliau bersabda: “Hai Ummu Hani “sungguh saya telah shalat isya bersama kalian seperti yang kamu lihat di lembah ini, kemudian aku datang di Baitul Maqdis, maka aku shalat di dalamnya, kemudian aku shalat subuh bersama  kalian  sebagaimana yang kamu lihat.”

Kemudian beliau berdiri akan keluar, maka beliau mengambil ujung selendangnya, maka tampaklah perut beliau seakan-akan kosong karena lapar, kemudian

saya berkata: “Wahai Nabi Allah Anda jangan bercerita hal ini kepada manusia karena akan mendustakanmu dan menyakitimu,”

Beliau berkata : “Demi Allah akan saya ceritakan kepada  mereka.”

Ia berkata : “saya katakan kepada pembantuku wanita Habsyi : ikutilah Rasulullah saw sampai kamu  apa yang dikatakan kepada orang-orang  dan apa yang  dikatakan orang-orang kepada beliau.”

Maka ketika Rasulullah saw keluar rumah untuk mengabarkan kepada orang-orang  ta’jublah mereka, dan mereka berkata: “kalau begitu apa tanda buktinya kamu sampai di sana hai Muhammad ?”

Maka sungguh kami tidak hanya mendengar seperti ini saja beliau berkata: “ Buktinya aku melewati unta Bani Fulan di lembah ini  dan ini maka kendaraanku telah membuat rasa takut pada unta mereka hingga salah satunya lari menghilang  kemudian aku tunjukkan kepada pemiliknya akan unta mereka, katika itu aku menuju ke Syam, maka diterimalah bukti beliau, hingga  ketika aku melewati  2 buah ember pada unta Bani Fulan aku mendapati kaum itu sedang tidur, dan mereka punya panci yang didalamnya ada air yang telah ditutup dengan sebuah tutup maka aku buka tutupnya dan aku meminumnya kemudian saya tutup kembali seperti semula

Dan bukti itu bahwa  unta mereka  2, sekarang unta yang putih menjadi liar dan  unta berwarna hitam jinak. Ia berkata maka  gemparlah orang-orang, karena tidak menemukan  salah satu untanya, seperti yang dijelaskan kepada mereka dan mereka bertanya tentang panci yang mereka letakkan berisi air penuh, kemudian menutupinya

Dan bahwasanya pemilik panci dengan tertutup ketika mereka menemukan panci tertutup itu tidak menemukan air. Mereka bertanya orang lain yang berada di Mekkah dan berkata: benarlah Allah, ia telah melewati lembah yang disebutkan olehnya  dan kita ditunjukkan unta maka kita mendengar suara seorang pria memanggil kita, hingga unta itu telah kita ambil.

Aku berkata kepada Jibriel, Hai Jibril suruhlah agar  mengembalikan  ke tempat itu. Dia berkata bahwa dia menyuruhnya maka ia berkata padanya: kembalilah, maka kembalilah ke tempatnya dimana ia keluar. Sama kembalinya kecuali yang ada dibawah, hanya bayangan. Hingga jika masuk dari tempat keluarnya  mengembalikan  tutupnya.

Abu Sa’id Al Khudzri mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: ketika aku masuk ke langit dunia, dan membuka pintunya aku lihat seorang yang duduk melihat ruh-ruh anak Adam, bila melihat ruh yang baik ia berkata ruh yang baik keluar dari tubuh yang baik,

melampaui langit ketujuh, di mana Allah SWT berbicara langsung kepada beliau menurut kehendakNya, dan diberi kuwajban shalat lima waktu setiap hari, dimana pada awalnya Allah mewajibkan shalat 50 kali, tapi beliau tidak begitu saja menerima meliankan memohon keringanan hingga jadi 5 kali shalat wajib, tetapi lima puluh pahalanya, karena setiap kebaikan dilipatkan sepuluh kali lipat, terima kasih Tuhan dan terima kasih untuk semua nikmat.

HIKMAH ISRA’ MI’RAJ.

Isra’ Mi’raj merupakan I’jazun Ilahiyyah atau Mu’jizat Ketuhanan, yang tidak mungkin bisa dipikirkan secara logika matematis, tetapi bagi seorang mukmin wajib diimani dan diyakini.

Beberapa kemujizatan dalam peristiwa ini adalah :  

  1. Perjalanan jaraknya jauh tak tehingga melintasi 7 pintu langit hanya di tempuh dalam waktu semalam yang tidak munkin bisa di lakukan dengan peralatan teknologi secanggih apapun. Iptek modern hanya dapat memahami bahwa materi bisa berubah menjadi energy dan energy bisa berubah menjadi materi. Karena itu Rasulullah yang bersifat materi itu berubah menjadi energy karena teori diminasi dimana beliau masuk pada 2 energy dominan yang berasal dari malaikat Jibril dan Buroq, maka fisik beliau berubah menjadi energy.  Dengan perubahan ini maka beliau dapat berkomunikasi dan mengalami peristiwa-peristiwa ghaib selanjutnya.
  2. Pertemuan dengan arwah para Rasul dan Nabi dan dialog antara Nabi yang masih hidup dengan ruh mereka adalah peristiwa besar yang tidak mungkin bisa dilakukan dengan bantuan teknologi moden sehebat apapun.
  3. Penglihatan Rasulullah saw yang dapat mencapai kegaiban malaikat Jibril sehingga beliau mampu melihat wujud aslinya, hanya dialami dua kali selama hidup beliau.
  4. Kegaiban surga dan neraka yang selama ini disembunyikan Allah bagi semua makhluk-Nya ditunjukkan Allah khusus kepada Nabi Muhammad saw.

SHALAT DAN MI’RAJ.

1. Shalat adalah mi’rajul mukmin bermakna bahwa dengan shalat maka seorang mukmin telah melakukan perjalanan ruhani ke langit untuk memuja dan memuji Tuhannya, mengingatnya, dan berdo’a untuk memohon ampun, petunjuk,  kemurahan rejeki, mohon keselamatan dan perlindungan dari segala fitnah kehidupan.

Karena itu bila shalat dilakukan dengan khusyu dan sempurna, Allah akan menjaganya dari perbuatan keji dan mungkar yang semakin banyak terjadi dalam kehidupan akhir zaman. Allaah SWT berfirman :

ã@ø?$# !$tB zÓÇrré& y7ø‹s9Î) šÆÏB É=»tGÅ3ø9$# ÉOÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# ( žcÎ) no4qn=¢Á9$# 4‘sS÷Zs? ÇÆtã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍s3ZßJø9$#ur 3 ãø.Ï%s!ur «!$# çŽt9ò2r& 3 ª!$#ur ÞOn=÷ètƒ $tB tbqãèoYóÁs? ÇÍÎÈ

Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS Al ‘Ankabut 45).

Dalam shalat wajib 5 kali sehari semalam seorang mukmin membaca takbir 182 kali tidak termasuk shalat sunatnya, itu bermakna bahwa setiap mukmin dituntuk untuk mengagungkan Allah SWT di sepanjang hidupnya, dengan mengutamakan tepat waktu untuk ibadah, bukan mengundur-undur waktu ibadah, untuk kepentingan duawi.

Berkaitan dengan ini nabi bersabda:

الوقت الأول من الصلاة رضوان اللهِ و وسط القت

رحمة الله و آخر الوقت عفو الله تعالى ( رواه الترمذي عن بن عمر, حسن) جص 198

Waktu awal dari waktu shalat adalah ridha Allaah, dan waktu akhir itu dimaafkan Allah Ta’ala. (Hr Tirmidzi dari Ibnu Umar, Hasan) Jami’us Shaghir 198.

2.  Menjadi batas antara iman dan kekafiran.

Shalat adalah benteng terakhir bagi seorang mukmin, karena ia menjadi batas antara iman dan kekafiran sebagaimanan di katakan Nabi saw:

حَدَّثَنَا ‏قُتَيْبَةُ ‏حَدَّثَنَا ‏جَرِيرٌ ‏ ‏وَأَبُو مُعَاوِيَةَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏الْأَعْمَشِ ‏‏عَنْ ‏ ‏أَبِي سُفْيَانَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏جَابِرٍ ‏ ‏أَنَّ النَّبِيَّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏قَالَ ‏ ‏بَيْنَ الْكُفْرِ وَالْإِيمَانِ تَرْكُ الصَّلَاةِ ‏‏حَدَّثَنَا ‏هَنَّادٌ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ‏ ‏عَنْ ‏ ‏الْأَعْمَشِ ‏‏بِهَذَا الْإِسْنَادِ ‏ ‏نَحْوَهُ وَقَالَ بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ أَوْ الْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ ‏ ‏قَالَ ‏ ‏أَبُو عِيسَى ‏ ‏هَذَا ‏ ‏حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏ ‏وَأَبُو سُفْيَانَ ‏ ‏اسْمُهُ ‏ ‏طَلْحَةُ بْنُ نَافِعٍ ‏ (رواه الترمذي)

Telah berbicara kepadaku Qutaibah, telah berbicara kepadaku Jarir dan Abu Mu’awiyah dari al A’masy dari Abi Sufyan dari Jabir bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda, “ [batas] antara kekafiran dan iman itu meninggalkan shalat.” Telah berbicara Asbath bin Muhammad dari al A’masy dengan sanad yang serupa dan ia berkata “antara seorang hamba dan antara kemusyrikan atau kekafiran itu meninggalkan shalat.” Dan berkata Abu ‘Isa, ini hadits hasan shahih. Dan Abu Sufyan namanya Thalhah bin Nafi’.

Iman dengan kekafiran itu ada batasnya, yaitu shalat, bila seseorang sudah meninggalkan shalat berarti telah keluar dari batasan iman, sehingga menjadi kafir [mengingkari Allah] atau musyrik [menyekutukan Allah] karena ia lebih taat kepada hawa nafsunya dari pada taat kepada Allah.

3.  Menjaga Kekhusyukan Ibadah.

tûïÏ%©!$# öNèd ’Îû öNÍkÍEŸx|¹ tbqãèϱ»yz ÇËÈ

(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, (QS Al Mukminum: 2).

Khusyu berarti suasana hati yang tenang, tunduk, merendahkan hati, lunak dan rasa takut dalam hati. Fiil madhinya khasya’a dan mudhari’nya yakhsya’u. Khusyu memiliki pengaruh yang kuat terhadap gerak gerik seluruh anggota badannya, karena itu khusyunya hati akan nampak pada perilaku dan ucapan lisan. Al Hakim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda: “andaikata hati ini khusyu, maka akan khusyu’lah seluruh anggota tubuhnya.” (Jami’s Shaghir 130).

Tanda Khusyu yaitu : melaksanakan amal ibadah dengan ringan dan dapat merasakan nikmatnya ibadah. Sebaliknya bila tidak khusyu maka amal ibadah terasa berat, karena itu Allah berfirman :

(#qãZŠÏètFó™$#ur Ύö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 $pk¨XÎ)ur îouŽÎ7s3s9 žwÎ) ’n?tã tûüÏèϱ»sƒø:$# ÇÍÎÈ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (QS Al Baarah: 45).

Pada akhir zaman ini menjaga kekhusyukan bagi kebanyakan orang muslim termasuk urusan yang sulit, karena banyaknya fitnah akhir zaman yang dihadapi hingga mempengaruhi pemikiran dan emosi yang terbawa pada palaksaan ritual ibadah. Karena itu Nabi SAW bersabda:

أَوَّلُ شَيْءٍ يُرْفَعُ مِنْ هَذِهِ الاُمَّةِ اَلْخُشُوْعُ حتى لا ترى فيها خاشعا

(طب) عن أبي الدرداء (ح).

Sesuatu yang pertama tama dicabut dari umat ini adalah khusyu, sehingga tidak terlihat lagi kekhusyukan padanya. (Hadits riwayat Thabrani dari Abu Darda, Hasan) Jami’us Shaghir hal 116.

  1. Menjaga Shalat Jama’ah dan memakmurkan Masjid.

Manfaat Shalat Jama’ah besar sekali kaena itu kita dianjurkan untuk shalat berjamaah dan memakmurkan masjid, diantara hikmahnya adalah dijamin tidak akan sesat.

Nabi saw bersabda:

اِنَّ الشَّيْطَانُ ذِئْبُ الاِنْسَانِ كَذِئْبُ الْغَنَمِ يَأخُذُ الشَّاةَ الْقَصِيَةَ وَالنَّاحِيَّةَ فَاِيَّاكُمْ وَالشُّعَابَ وََعَلَيْكُم بِالْجَمَاعَة ِوَالْعَامَّةِ وَالْمَسَاجِدِ (رواه أحمد عن معاذ) قال السيوطى هذا حديث حسن, جميع الصغير 81.

Sesungguhnya syaithan itu serigala manusia, sebagaimana serigala bagi domba, ia menerkam domba yang menyendiri, terasing dari kumpulannya, maka jauhilah menyendiri, dan wajib atas kalian berjama`ah, dan umum- nya kaum muslimin, biasakan berjama`ah di masjid. [Hr  Ahmad, dari Mu`adz], Imam Suyuthi mengatakan hadits ini Hasan. Jami’us Shaghir halaman 81.

إِثْنَانِ خَيْرٌ مِنْ وَاحِدٍ وَ ثَلآثَةٌ خَيْرٌ إِثْنَيْنِ وَ أَرْبَعَةٌ خَيْرٌ مِنْ ثَلآثَة, فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ, فَإنَّ الله َ لَنْ يَجْمَعْ أمَّتِيْ إلا عَلىَ هُدَى (رواه أحمد عن أبي ذر) صَحَّحَه‘ السُّيُوْطِى, جَمِيْعُ الصَغِيْرِ :81

Dua lebih baik dari satu, dan tiga lebih baik dari dua, dan empat lebih baik dari tiga, maka hendaklah kalian berjama’ah, karena sesungguhnya, Allah tidak pernah mengumpulkan umatku, kecuali diatas petunjuk. (hr. Ahmad dari Abi Dzar, Shahih). dishahihkan oleh Al Suyuthiy, Jami’us Shaghir hal 81.

Tidak ada Keringanan untuk meninggalkan Jamaah.

عَنْ ‏‏ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ ‏قَالَ ‏قُلْتُ لِلنَّبِيِّ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏إِنِّي كَبِيرٌضَرِيرٌ شَاسِعُ الدَّارِ وَلَيْسَ لِي قَائِدٌ ‏يُلَاوِمُنِي‏ ‏فَهَلْ تَجِدُ لِي مِنْ رُخْصَةٍ  قَالَ  ‏هَلْ  تَسْمَعُ  النِّدَاءَ قُلْتُ نَعَمْ  قَالَ مَا أَجِدُ لَكَ رُخْصَةً ‏‏‏﴿رواه بن ماجه﴾‏

Ibnu Ummi Maktum  berkata: aku telah berkata kepada Nabi saw:  sungguh aku sudah tua [mataku buta], rumah jauh dan aku tidak punya pembimbing yang menuntunku, maka apa ada keringanan untukku ?” beliau bertanya: “apakah kamu mendengar seruan adzan ?” ia berkata: “ya” beliau bersabda: “tidak ada keringan buatmu.” (Hr. Ibnu Majah).

3 thoughts on “ISRA’-MI’RAJ RASULULLAH SAW

  1. Assalamu’alaikum wr wb

    Setiap tulisan yang berkaitan dengan isra mi’raj hampir semuanya menyatakan kedua kejadian tersebut terjadi dalam satu malam. timbul peranyaan benarkah itu? ternyata penjelasannya tidak lah lengkap dan penerapan ayat qur’annya terkesan kurang memperhatikan asbabunnuzul, sebagaimana tulisan di atas penceritaan isra bersandar pada ayat 1 surat Al-Isra sementara pengungkapan mi’raj melirik pada sura An-Najm ayat 13-14. sungguh penjelasan yang rancu karena mengungkap kejadian yang terjadi dalam satu malam dengan menggunakan ayat yang priode turunnya terpisah waktu enam tahun. silakan saudara perhatikan surat al-Isra turun pada tahun ke 11 kenabian dan surat an-najm turun pada tahun ke 5 kenabian. Oleh karena itu perhatikan segala sesuatunya untuk mendalili sesuatu agar tidak membuat umat sesat nantinya. terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s