KHUTBAH IDUL ADHA

Ditulis oleh : Ust. Muhammad Darowi.‎
الله أكبر‎ .‎الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله ، والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد‎ .‎اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى ‏نِعَمِهِ الَّتِيْ لاَ تَحْصُرُ ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى آلاَئِهِ الَّتِيْ لاَ تَقْدُرُ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ ‏لَهُ ، مَلِكٌ فَقَهَّرَ ، وَتَأَذَّنَ بِالزِّياَدَةِ لِمَنْ شَكَرَ ، وَتُوْعَدُ بِاْلعَذَابِ مَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ ، تَفْرُدُ بِالْخَلْقِ ‏وَالتَّدْبِيْرِ وَكُلَّ شَيْءٍ عِنْدَهُ مِقْدَرٌ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ اْلوَجْهِ اْلأَنْوَرِ،طَاهِرُ ‏الْمُظْهَرُ، صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً مَدِيْداً وَأَكْثَرُ…‏‎ ‎أَمَّا بَعْدُ‎ :‎‏ فَاتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى ‏وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا أَنْعُمِ بِهِ عَلَيْكُمْ مِنْ نِعْمَةِ الدِّيْنِ اْلعَظِيْمِ الَّذِيْ أَكْمَلَهُ لَكُمْ ، وَأَتَمَّ عَلَيْكُمْ بِهِ النِّعْمَةُ ، ‏وَرَضِيِّهِ لَكُمْ دِيْناً ، ‏
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.‎
Segala puji bagi Allah yang senantiasa mencurahkan karunia nikmat-Nya yang demikian ‎banyak, kita bersyukur atas nikmat yang tidak dapat kita hitung. Kita bersaksi bahwa tidak ada ‎Tuhan selain Allah yang Esa tiada sekutu bagiNya Raja yang berkuasa, yang menjanjikan ‎tambahan nikmat bagi yang bersyukur dan mengancam dengan adzab bagi yang ingkar, Dia sendiri ‎yang menciptakan mahluk dan menggerakkannya dan segala sesuatu ditetapkan dengan ukuran. ‎Kita bersaksi bahwa Muhammad adalah RasulNya yang wajahnya bercahaya, yang jelas ‎kesuciannya. Shalawat dan salam kita sampaikan untuk Rasulullah dan keluarganya, serta para ‎sahabat dan para pengikutnya dengan kedamaian dan keselamatan yang banyak. Adapun ‎sesudahnya maka bertaqwalah kepada Allaah Ta’ala dan bersyukurlah kepadanya atas nikmat ‎agama yang agung dan disempurnakan nimat itu kepada kita dan Allah meridhainya sebagai agama ‎kita. Allaah berfirman : ‎
‏” اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِيْناً “‏
‎“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama untuk kalian dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas ‎kalian dan Aku rela Islam sebagai agama kalian” (QS.Al Ma-idah 3).‎
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.‎
‎ Idul adha di negeri kita kali ini dilaksanakan kaum muslimin dalam susana duka cita dan ‎keprihatinan, dalam iringan musibah silih berganti yang menerpa negeri ini. Idul adha di tengah ‎duka mendalam karena jatuhnya banyak kurban akibat bencana yang terus terjadi, namun takbir ‎tahmid dan tahlil tetap dikumandngkan diberbagai pelosok bumi sebagai syiar-syiar Allaah ‎khususnya di 2 hari raya dan sebagai tanda ketaqwaan hati. ‎
Demikianlah (perintah Allah). dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, Maka ‎Sesungguh- nya itu timbul dari ketakwaan hati.( QS Al Hajj 32). ‎
Ibnu Abbas paman Rasulullah saw berkata ‎
وَاذْكُرُوْا الله َفِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَاتٍ: أَيَّامُ الْعَشْرِ، وَاْلأَيَّامُ الْمَعْدُوْدَاتِ: أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ، وَأَبُوْ ‏هُرَيْرَةَ: يَخُرٌجَانِ إِلَى السُّوْقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ، يُكَبِّرَانِ وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيْرِهِمَا. وَكَبَرَ مُحَمَّدٌ بْنِ عَلِي ‏خَلْفَ النَّافِلَةِ. (رواه البخاري)[ر:908] 11 – باب: فضل العمل في أيام التشريق.‏
Berdzikirlah (bertakbirlah kalian) pada hari-hari yang diketahui, yaitu hari ke sepuluh, dan hari ‎tasyrik”. Dan adalah Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar pada hari kesepuluh , ‎keduanya bertakbir dan bertakbirlah manusia karena takbir keduanya, dan Mujammad bin Ali ‎bertakbir setiap sesudah shalat sunat. (hr. Bukhari). ‎
Semoga suasana ini semakin menyadarkan kita sebagai makhluk ciptaan Allah swt yang ‎harus tunduk dan taat dengan seluruh keputusan-keputusan-Nya, memiliki rasa takut kepada sang ‎Pencipta, karena Allah tidak akan mempertakuti kepada hambanya, kecuali kepada orang-orang ‎yang tidak takut kepadaNya. ‎
Beberapa momentum penting idul adha yang perlu kita fahami kali ini memuat pesan- ‎pesan yang diperlukan dalam kehidupan keagamaan, kemasyarakatan, kebangsaan dan ‎kemanusiaan yaitu ; ibadah haji, ibadah qurban dan bencana alam yang datang silih berganti ‎membawa pesan yang sama, pesan tauhid, ibadah, dan ahlak.‎
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.‎
Allah memanggil hambanya yang beriman dan diberi kelapangan rezki melalui lesan ‎kekasih-Nya Ibrahim Khalilullah as sebagaimana firman-Nya: ‎
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang ‎kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap ‎penjuru yang jauh, (QS Al Hajj 27).‎
Saudara-saudara kita yang memenuhi panggilan haji dengan penuh semangat dan kekhusyukan ‎menjawab panggilan haji dengan bacaan talbiyyah berulang ulang, mereka ucapkan kalimat :‎
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لا شَرِيكَ لَكَ
Kami penuhi panggilan-Mu ya Allah, kami penuhi panggilan-Mu Ya Allah, kami penuhi ‎panggilan-Mu Ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala ‎pujian, nikmat dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagimu…‎
Manasik haji yang menggambarkan secara visual akan keberadaan manusia di hadapan Allah SWT, ‎menanggalkan seluruh atribut kebesaran duniawi, hanya dengan dua helai kain ihram putih yang ‎lebih mirip kain kafan daripada pakaian layak keduniawian, yang mengandung ibrah bahwa ‎kehadiran mereka dihadapan Allaah harus dengan kemurnian iman, hati yang bersih, ibadah yang ‎terus ditegakkan, dan ahlak yang jauh dari kezaliman dan kemaksiyatan. ‎
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.‎
Hari raya idul adha mengingatkan kita akan kebesaran jiwa nabiyullah Ibrahim as dan ‎Ismail, yang rela dan ihlas melaksanakan perintah Allah agar menyembelih putranya sebagai ujian ‎yang nyata, sesudah keduanya mampu melewati masa krisis dalam pergulatan batin dan ‎menyingkirkan godaan syetan yang berat, mereka berserah diri kepada Allah maka dilaksanakanlah ‎perintah itu, Allah berfirman :‎
Sesungguhnya kamu Telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya Demikianlah kami memberi ‎balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang ‎nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk ‎Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian, (As Shaffat 105-‎‎108).‎
Penyerahan diri kepada Allah harus berangkat dari keyakinan yang mendalam bahwa ‎keputusan Allah bagi hamba-Nya adalah yang terbaik, dan husnuzhan bahwa janji Allah pasti akan ‎dipenuhi dan bahwa Allah tidak akan pernah menzhalimi hamba-Nya yang dengan tulus ihlas ‎telah melaksanakan pengorbanan yang tiada tara.‎
Cinta mereka kepada anak dan keluarga, tidak menjadi penghambat untuk taat pada perintah Allah ‎SWT, kesulitan hidup yang mereka hadapi tidak menghentikan langkahnya untuk mencapai ridha ‎Ilahi, godaan yang datang dari semua arah tidak membuatnya sedikitpun bergeser menyimpang dari ‎syareat-Nya. Konsistensi dan keteguhan iman inilah yang mengantarkan mereka mendapatkan ‎penghargaan dan ditempatkan dalam posisi terhormat di antara umat manusia.‎
Ayat terakhir diatas juga menjadi dasar dilestarikannya ibadah qurban pada setiap hari raya ‎idul adha, sebagaimana ditegaskan Nabi saw :‎
عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ، فَقَالَ: (إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا أَنْ ‏نَصَلِي، ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرُ، فُمَنْ فَعَلَ، فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا). 3 – بَابُ: سنة العيدين لأهل الإسلام. 908 –‏
Dari Al Barra’ ia berkata: saya telah mendengar Nabi saw bekhutbah, beliau berkata: ‎‎“sesungguhnya permulaan hari kita ini diawali shalat, kemudian kita pulang dan bekuban, maka ‎barang siapa melakukan maka telah sesuai dengan sunnah kami”. (hr. Bukhari). ‎
Hakekat Qurban adalah ibadah yang diealisasikan dengan menyembelih hewan kurban, ‎dimana 1/3 dari dagingnya boleh dinikmati shahibul qurban: Dan selebihnya agar diratakan kepada ‎saudaranya yang belum sempat berkurban, khususnya kepada kaum dhu’afa. Hal ini menunjukkan ‎bahwa Islam itu mengajarkan agar setiap mukmin memiliki rasa peduli terhadap penderitaan ‎saudaranya, kapan saja dan dimana saja. Shahabat Abdulah bin Umar berkata: saya mendengar ‎Rasulullah saw bersabda:‎
‏ (كُلُوْا مِنَ اْلأَضَاحِي ثَلاَثاً). (رَوَاهُ الْبُخَارِيْ)‏
‎“Makanlah 1/3 dari hewan qurban kalian”. (Hr Bukhari). ‎
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.‎
Bencana yang terjadi di belahan bumi manapun dan saat kapanpun terjadi atas kehendak ‎Allah yang Maha Kuasa, sebagaimana yang terjadi pada umat-umat sebelum kita sebagai pertanda ‎dicabutnya berkah langit dan bumi, lantaran perbuatan manusia yang mendustakan kebenaran. ‎Allah telah memperingatkan dalam kitab suci-Nya :‎
Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-‎orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan ‎kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan ‎‎(ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS Al Isra 16).‎
Mutraf itu orang yang hidupnya mewah dan berkecukupan, seperti para petinggi Negara ‎karena besarnya penghasilan mereka hingga gaya hidupnya mewah, atau para selebritis yang ‎bergaya hidup bebas meskipun mereka itu beragama Islam tetapi tidak mau terikat hukum syareat, ‎perselingkuhan dan perzinaan telah menjadi budaya, menjadikan keindahan tubuh mereka sebagai ‎komoditas hal yang melanggar syareat. Imam Al Baidhawi menjelaskan fasik itu keluar dari taat ‎atau tidak mau mentaati hukum Allaah. Karakter fasik itu bila mengalami bencana merasa takut ‎dan mau bertaubat tetapi bila Allaah telah menghilangkan bencana itu mereka kembali ingkar. ‎Karena itu ketika negeri Mesir mengalami bencana, Fir’aun meminta Nabi Musa as agar bedoa: ia ‎berkata: ‎
berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang Telah dijanjikan-‎Nya kepadamu; Sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang ‎yang mendapat petunjuk.Maka tatkala kami hilangkan azab itu dari mereka, dengan serta ‎merta mereka memungkiri (janjinya). (QS Az Zukhruuf 49- 50). ‎
Mereka itu wajib diingatkan agar mentaati syareat, tetapi bila mereka ingkar maka Allah membuat ‎negeri itu tidak akan aman dari bencana alam yang bertubi-tubi. ‎
‎ ‎
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim ‎saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS Al Anfaal 25). ‎
Rasulullah saw bersabda: ‎
قَالَتْ زَيْنَبُ بِنْتِ جَحْشٍ: فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَفَنُهْلِكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ: (نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ ‏الْخَبَثُ). (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ عَنْ زَيْنَبِ) 26 باب يأجود و مأجود 6716‏
Zainab binti Jahsyi bertanya : “wahai Rasulallah apakah kita ikut binasa bila terjadi bencana ‎padahal pada kita ada orang-orang shaleh?” Beliau berkata: “ya bila bila telah banyak ‎
kejelekan (kemaksiyatan)”. (Hr Bukhari). ‎
يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَيَنْقُصً الْعِلْمُ، وَيَلْقَى الشُّحُّ، وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ، وَيَكْثِرُ الْهَرَجُ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أيُّمَا ‏هُوَ؟ قَالَ: (اَلْقَتْلُ الْقَتْلِ). (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،) رَقْمُ 5 بَابُ: ظهور الفتن 6652 .‏
‎“semakin dekat kiamat, maka berkuranglah ilmu, dan manusia dirasuki sifat rakus, fitnah ‎‎(kemaksiyatan) merajalela, banyak al haraj.” Mereka bertanya: “apakah Al Haraj itu wahai ‎Rasulullaah?” beliau berkata: “pembunuhan-pembunuhan”. (Hr Bukhari). ‎
Kita prihatin dengan banyaknya bencana tetapi lebih prihatin lagi dengan adanya model ‎tolak balak yang bersifat synkritisme yaitu mencampur-aduk tauhid dengan faham dan keyakinan ‎syirik, tahayul dan bid’ah yang tidak berguna, tidak sesuai akidah Islam, semakin menjauhkan dari ‎kebenaran, dan memperpanjang rentetan bencana.. Islam mensyaratkan iman sebagai tolak balak ‎yang bermanfaat, Allah berfirman: ‎
Dan Mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri yang beriman, karena imannya itu ‎bermanfaat kepadanya kecuali kaum Yunus? tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, kami ‎hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan kami beri ‎kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu. (QS Yunus 98). ‎
Dengan fondasi iman itu mereka mampu mentaati syareat dan menempuh tarekat yang lurus ‎dengan membudayakan amalan dalam majlis dzikir, karena Allah menugaskan malaikat untuk ‎menelusuri penjuru bumi guna menghadiri majlis yang di dalamnya nama Allah banyak disebut, ‎dipuja-puji dan diagungkan kemudian memberi berokah, rahmat dan doa-doa mereka dikabulkan ‎Allaah Ta’ala. Allah berfirman:‎
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka ‎meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan ‎mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka ‎dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.‎‏. ‏kamilah pelindung-pelindungmu dalam ‎kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan ‎memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta‏.‏‎ ( Surat Fush shilat ayat 30-32).‎
Turunnya Malaikat pembawa rahmat akan menjauhkan dari adzab dan bencana, Nabi saw ‎bersabda:‎
رُوِيَ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٍ قَالَ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةٌ يَطُوْفُوْنَ فِي الطَّرُقِ، يَلْتَمِسُوْنَ أَهْلَ ‏الذِّكْرِ، فَإِنْ وَجَدُوْا قَوْماً يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى تَنَادَوْا: هَلُّمُوْا إِلَى حَاجَتِكُمْ، قَالَ: فَيَحِفُّوْنَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ ‏إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، قَالَ: فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ ـ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ ـ مَا يَقُوْلُ عِبَادِيْ؟ قَالَ: تَقُوْلُ: يُسَبِّحُوْنَكَ ‏وَيُكَبِّرُوْنَكَ وَيَحْمَدُوْنَكَ وَيُمَجِّدُوْنَكَ… قَالَ: فَيَقُوْلُ: أَشْهَدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. قَالَ: يَقُوْلُ مَلَكٌ ‏مِنَ الْمَلاَئِكَةِ: فِيْهِمْ فُلاَنُ لَيْسَ مِنْهُمْ، إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ. قَالَ: هُمُ الْجُلَسَاءُ لاَ يَشْقِىٌّ بِهِمْ جَلِيْسَهُمْ). ‏أخرجه البخاري في صحيحه، ج5 ص 2353 ،واللفظ له ،ومسلم في صحيحه ،ج4 ص2069.‏
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim “sungguh Allaah itu memiliki malaikat yang berkeliling ‎di jalan-jalan, untuk mencari ahli dzikir, jika mereka menemukan jama’ah yang berdzikir ‎kepada Allah mereka menyeru: sampaikan hajat kalian, kemudian mereka menaungi dengan ‎sayap mereka hingga memenuhi langit (jika jamaah itu selesai dan pergi, mereka naik ke ‎langit), maka bertanyalah Tuhan mereka, walaupun Dia lebih tahu: “apa yang diucapkan ‎hamba-Ku?” Malaikat berkata: “mereka memahasucikanmu, memuji-Mu dan menyanjung-‎Mu”. Dia berfirman: ”Saksikanlah bahwa Aku telah mengampuni mereka”. Maka malaikat ‎berkata: “Ya Allah si Fulan itu bukan salah satu dari mereka, karena dia datang hanya untuk ‎kepentingannya”. Maka Dia berfirman : “seluruh kaum di majlis itu tidak akan celaka”. ( Hr. ‎Bukhari dan Muslim).‎
‎ Kemudian yang tidak boleh diabaikan dinegeri ini umat Islam harus berperan aktif dalam ‎posisi apa saja apakah sebagai pemegang pemerintahan, pejabat suatu instansi, wakil rakyat, ‎lembaga masyarakat dan kepala keluarga atau secara pribadi wajib melaksanakan amar ma’ruf-‎nahi mungkar, menanamkan iman dan menyelamatkan ahlak generasi muda dari kerusakan moral, ‎biasakan berjamaah, karena tangan Allah ada dalam jamaah kaum muslimin, barang siapa ‎mengasingkan diri akan diasingkan ke dalam neraka. Na’udzu billahi minannaar. ‎
Perbanyaklah dzikrullah dan doa di waktu lapang, karena Allaah kan menolong diwaktu ‎sempit, kenallah Allah di saat senang maka Allaah akan mengenalmu disaat susah, tak kan berguna ‎menangis disaat duka bila tak pernah menangis diwaktu lapang, takkan menagis diwaktu lapang ‎bila tak takut pada Yang Kuasa. ‎
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.‎
Marilah kita jalin soliditas keummatan, kebangsaan dan kemanusiaan yang dibangun di atas ‎landasan iman dan taqwa, dihiasi dengan akhlak mulia yang tertuang dalam pola saling menghargai ‎dan menghormati, memahami perbedaan sebagai sebuah kenyataan, tidak untuk dibenturkan tetapi ‎keniscayaan yang harus diterima dan dikelola dengan sebaik-baiknya.‎
Demikian khutbah idul adha ini, semoga Allah SWT melunakkan hati kita untuk menerima ‎hidayah dan syariah-Nya, melunakkan hati kita untuk lebih peduli kepada sesama. Marilah kita ‎tengadahkan tangan, kita tundukkan hati, kita memohon kepada Allah SWT. semoga kita mampu ‎melaksnakan amanah-Nya.‎
إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين صلوا عليه وسلموا تسليما ” ، اللهم صل وسلم وزد ‏وبارك على عبدك ورسولك نبينا محمد ، وعلى آل بيته ، وعلى الصحابة أجمعين ، وخص منهم ‏الخلفاء الأربعة الراشدين، أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، والتابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين ‏، اللهم أعز الإسلام والمسلمين ، وأذل الشرك والمشركين، ودمر أعداء الدين، واجعل هذا البلد آمناً ‏مطمئناً وسائر بلاد المسلمين ، اللهم من أراد المسلمين بسوء فأشغله بنفسه ، واجعل تدبيره تدميراً ‏عليه يارب العالمين ، اللهم أصلح أئمتنا وولاة أمورنا، واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك برحمتك يا ‏أرحم الراحمين، اللهم إنا نسألك الجنة، ونعوذ بك من النار، اللهم اجعلنا هداة مهتدين غير ضالين ولا ‏مضلين، اللهم احفظ بالإسلام قائمين، واحفظنا بالإسلام قاعدين، واحفظنا بالإسلام راقدين، ولا ‏تشمت بنا الأعداء ولا الحاسدين يارب العالمين ، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا ‏عذاب النار ، والحمد لله رب العالمين. عباد الله : إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى ، ‏وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ، فاذكروا الله العظيم الجليل يذكركم ، ‏واشكروه على نعمه يزدكم ، ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.‏‎ ‎

Maraji’:‎
‎1.‎ Al Quran in Wordh (Al Quran Digital).‎
‎2.‎ Mausu’atul Hadits (Hadits Gigital).‎

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s