KUNCI SURGA

M Darowi : posting dari Islamic Naseej.

Menjaga takbiratul ihram dan Shaf pertama
Shalat adalah ibadah yg sangat penting dan besar, menjadi pelipur hati orang-orang saleh, dan terasa nyaman hati orang beriman, Rasulullah saw berkata

يابلال أرِحْنَا بالصَّلاةِ

«Hai BiIal lembutkan hatimu untuk shalat» (1) dan shalat itu menyenangkan untuk orang yang  khusyu, Nabi saw bersabda:

وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

«dan kenyamananku di dalam shalat »(2) dan shalat itu terkandung kebajikan yang banyak dan panjang menyebutkannya, diantaranya apa yang diriwayatkan dari Abu Huraira bahwa ia mendengar Rasulullah  saw berkata:

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ »؟ قَالُوا: لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ. قَالَ: « فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو الله بِهِنَّ الْخَطَايَا

« bagaimanakah pendapatmu jika didepan pintu salah seorang dari kamu ada sungai kemudian kamu mandi lima kali setiap hari apakah masih ada kotoran»? Mereka berkata: Tidak akan ada kotoran sedikitpun . Dia berkata: « seperti itulah shalat lima waktu, Allah akan menghapus» dosa-dosa mereka (3)
Telah berkata saw:

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو الله بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ » ؟قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ الله. قَالَ: « إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ

«maukah kamu saya tunjukkan pada apa yang Allah akan menghapus dosa-dosa dan meningkatkan derajat»?  mereka menjawab: “Ya, Wahai Rasulullah saw. Dia berkata: «Melakukan wudhu dalam  kesulitan,  banyak langkah ke masjid dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah penjagaan (Ar Ribath)» (4)
Tidak ada diragukan bahwa tanda-tanda penjagaan pelaksanaan dan mendirikan shalat adalah pada kesiapan awal mereka, dan datang sebelum diserukan iqamah, telah banyak tersebat teks-teks Islam tentang pentingnya menyegerakan wakru awal  dan tidak menunda-nunda, Diriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah saw melihat shahabatnya  yang terlambat, ia berkata kepada mereka:

تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي، وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ، لَا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ الله

«datanglah lebih awal , agar sempurna bersamaku, dan mereka akan sempurna sesudah kalian, tidaklah suatu kaum senatiasa terlambat kecuali Allah akan memperlambat urusannya »(5).
Dari Aisyah ra, ia berkata: Rasulullah saw berkata: « tidaklah suatu kaum senatiasa terlambat dari shaf pertama, yang akhirnya Allah menjerumuskan dalam api neraka» (6)
Arti hadits menurut Imam Al-Nawawi : « tidaklah suatu kaum senatiasa terlambat dari shaf pertama yang berakibat Allah menunda rahmat atau anugrah-Nya yang agung dan menundanya untuk menaikkan  derajad dan ilmu pengetahuan dan sebagainya .. (7)
Syekh Ibnu ‘Atsimin berkomentar tentang hadits ini dan berkata: “Orang yang terlambat ibadah  dikhawatirkan mengalami penundaan yang sama dalam semua bidang yang baik. (8)
Anas bin Malik mengatakan tentang ayat:

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ

[dan bersegeralah untuk mendapat pengampunan dari Tuhanmu ] QS Al Hadid: 21 yaitu: takbir pertama. (9)

Nabi bersabda:

أول الوقت رضى الله, ووسط الوقت رحمة الله, وﺁخر الوقت عفواللهِ

Awal waktu adalah ridha Allah, tengah tengah waktu adalah rahmat Allah dan akhir waktu adalah dimaafkan Allah. (Hr Daruqutni dari Abi Mahdzurah,dishahihkan oleh Imam Suyuthi. ) JS 112

Keadaan Ulama salaf pada takbir pertama dalam shalat.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka saya sebutkan sebagian  dari apa yang dilakukan oleh Salaf (pendahulu)  berkaitan dengan takbiratul ihram :
1 Said bin Al-Musayyib berkata: ” saya tidak pernah ketinggalan takbir pertama selama 50 tahun yang lalu, dan berkata:” saya tidak pernah melihat shalat pria yang terlambat selama lima puluh tahun “(10) artinya: selalu memelihara shaf pertama.

2 dan Rabia ibn Yazeed berkata: “tidaklah muazin melakukan adzan  untuk shalat, selama 40 tahun kecuali saya berada di dalam masjid,  kecuali bila sakit, atau bepergian” (11).
3 – ibn Muhammad As Sama’ah seorang Hakim: “Aku tinggal selama empat puluh tahun dan tidak penah terputus dari takbir pertama dalam shalat jama’ah kecuali satu kali yaitu pada hari ketika ibu saya  meninggal dunia, maka aku shalat malam 25 rakaat, saya lakukan hal itu untuk melipat gandakan, hingga mataku mengantuk dan tertidur, maka datanglah  Seseorang dan berkata:” Hai Muhammad kamu telah shalat  25 rakaat, tapi bagaimana kamu memperoleh ucapan “amin-nya”  malaikat. ”
4 – Ghassan berkata: ” adikku ibn Bishr Mansur berkata:” saya tidak pernah melihat lihat paman saya ketinggalan takbir pertama “(Dari 12.)
5 – Waki’ berkata: “Al A’masy  berusia hampir 70 tahun, dia tidak pernah ketinggalan takbir pertama, dan aku sering berdekatan shalat selama dua tahun aku tidak pernah melihat ia ketinggalan raka’at” (13)
6 – dan bernama Bishr ibn al-Hasan al-Basri Abu Malik : “ketetapannya pada shaf pertama di masjid Bashrah selama  lima puluh tahun. (14)
Kata-kata ulama yang ketinggalan takbir pertama

1 Ibrahim Nakha’i berkata: “Jika Anda melihat seorang pria yang ketinggalan takbir pertama, maka cuci tanganlah Anda dari dirinya” (15.)

2 Waki’ berkata: “Barangsiapa tidak mendapatkan takbir pertama maka tidak bias diharap kebaikannya” (16.)
3, dan Al-Ghazali mengatakan: “diceritakan bahwa Salaf itu jika ketinggalan takbir pertama maka melipatkan ibadahnya tiga hari, jika mereka ketinggalan takbir pertama,  dan tujuh jika terlambat rakaat shalat jama’ah” (17.)
Maka seorang muslim harus berusaha lebih awal untuk mendapatkan takbiratu ihram dan Shaf pertama,  akhirnya saya ingat hadits Nabi saw: «Jika orang tahu keutamaan apa yang ada pada waktu adzan dan Shaf pertama, kemudian tidak mendapatkan, niscaya mereka akan  mengundi untuk mendapatkannya, bahkan jika mereka tahu keutamaan apa yang ada di waktu awal niscaya mereka akan  berlomba  mendapatkannya dan andaikan mereka tahu kutamaan shalat isya dan subuh maka pasti mereka mendatanginya  meskipun harus dengan merangkak (18)
Dan saya memohon kepada Allah untuk membantu memperbaiki diri kita sendiri dan mengatur urusan kita, dan memberi kita rejeki ilmu yang berguna  dan amal saleh.

Maraji’:
(1) Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4985) dan Ahmad (23 137) dishahihkan Albani.
(2) Nasaie(al 3879) dan Ahmad (14 069) dan dishahihkan oleh Ibnu Hajar (al-Fath 11/345).
(3) HR. Al-Bukhari (479) dan Muslim (1071).
(4) HR. Muslim (369) dari hadits Abu Hurairah.
(5) HR. Muslim dalam Shahih-nya (no. modern 438).
(6) Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 679 Bicara) dishahihkan Albani.
(7) Syarah Muslim, 4 / 159
(8) Fatawa Ibnu Utsaimin (13/54)
(9) Zadul Masiir 1 / 415
(10) Hilyatul Auliya (1 / 280)
(11) Syu’bul Iman (2930)
(12) Sejarah Islam (17/325) (11 / 53)
(13) Hilyatul Auliya (5 / 49)
(14) Tabaraani di Timur (1374)
(15) Shifatus Shafwah 3 / 88
(16) Syu’bul Iman (2911)
(17) Ihya Ulumuddin  (1 / 149)
(18) Bukhari (85) dan Muslim (661) dari Abu Hurairah

2 thoughts on “KUNCI SURGA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s