PENGALAMAN SAKARATUL MAUT.

Allah memberI hidayah saya dalam perut lautan …
Saya mulai ceritaku … segala puji bagi Allah – Yang Maha Kuasa – yang rahmat-Nya meliputi semuanya … ,Yang sifat kelembutannya mendahului MurkaNya … dan memberi kita Pintu rahmat dan dan ampunan … Yang melihat dosa-dosa kita kemudian menghapusnya … Yang mendengarkan maksiyat kita dan menangguhkan kita… Dan memudahkan kita untuk bangunkan dari bencana kelalaian … pujian itu tak terhitung… Pencipta langit dan bumi tak ada Tuhan selain Dia … Pencipta yang Terbaik…

Saudara dan saudari dalam Tuhan … Saya seorang pria yg beranggapan bahwa hidup … tidak perlu repot …tempat tidur nyaman … kendaraan yang bagus, dan lain-lain yang lebih banyak lagi … Disini saya menceritakan kisah ini untuk membangkitkan dari kelalaian sebelum terlambat …

Saat itu hari Jumat … Seperti biasa menyenangkan dan permainan dengan teman-teman di pantai … Tapi teman-teman itu… adalah kelompok yang mengabaikan hati … Dan hati mereka dalam kegelapan yang tidak dapat dicapai oleh cahaya matahari… Aku mendengar panggilan muazin … “Mari kita shalat … mari kita raih kebahagiaan” … Dan aku bersumpah demi Allah Yang Mahakuasa yang saya dengar sepanjang hidup saya … Tapi suatu hari aku tidak mengerti –makna kata “hayya ‘alal falah”… Seolah-olah muadzin itu berbicara dalam bahasa yang saya tidak mengerti padahal saya seorang Arab dan Arab adalah bahasa saya … Tetapi karena kelalaian … Dan sepanjang adzan kami sibuk melengkapi sejumlah rekan saya yang akan menyelam dengan tabung oksigen … Dalam persiapan perjalanan yang menyenangkan di bawah air … saya mengatur rencana dalam pikiran saya sepanjang hari hingga tidak sempat berbuat maksiyat dan amit-amit tidak shalat…
Ketika kami berada di kedalaman laut … Maha Suci Pencipta yang sempurna dalam menciptakan … Semuanya baik-baik saja … Dan saya memulai perjalanan yang indah … Tapi …
saya punya satu masalah yang tidak saya harapkan … Ketika plunger karet yang dipasang untuk gigi dan bibir sebagai pencegah masuknya air ke dalam mulut dan penyalur udara dari tabung … ternyata robek maka masuklah udara ke paru-paru … Dan tiba-tiba aliran air garam menutup saluran nafasku … maka aku mulai mati …
Paru-paru mulai berteriak dan bangkit … meminta udara … udara yang terus masuk dan keluar tanpa saya fahami adalah salah satu nikmat Allah yang paling bagus … Dan saya mulai memahami situasi berbahaya dimana tidak ada yang iri padanya … Mulailah aku menyedot dan tersedak air garam … dan mulailah benang hidup dan mulai berlalu didepan mataku …
Dengan desahan pertama … Aku tahu betapa lemahnya manusia … Dan saya tidak mampu berhadapan dengan aliran garam yang tunduk kepada Allah atas diriku, untuk ditunjukkan kepadaku bahwa Dialah yang Maha Besar da Sombong … Dan tidak ada tempat perlindungan selain Dia … Saya tidak berusaha keluar dari air karena saya ada dalam air yang dalam…
Dengan desahan kedua … Aku teringat salat Jumat yang sering saya sia-siakan… aku Ingat “hayya ‘alal Falah” … Jangan terkejut bila saya katakan saya saat itu saya dapat memahami makna kata “hayya ‘alal falah… Tapi sayangnya sudah terlambat … Bagaimana Aku menyesali setiap sujud yang aku abaikan … Bagaimana saya melirik setiap saat dalam perbuatan dosa kepada Allah …
Namun napas ketiga … Aku ingat ibuku … Saya sangat terkejut dan sedih yang akan mencabik-cabik jantung ibu saya dan saya membayangkan ia menangis karena kematian satu-satuya dan kekasihnya … dab bagaimana keadaan yang akan terjadi sesudah kematianku …
Pada desahan keempat … Aku ingat dosa-dosaku, kesalahan dan betapa banyaknya … Tumbuh dewasa dan aku ingat kesombongan saya … Dan mulai mencoba untuk dapat selamat dan berhasil pada detik terakhir saya … Kami sebelumnya telah mendengar bahwa barang siapa akhir hayatnya ditutup dengan kalimat Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadr rasulullah akan masuk surga …

Maka aku mulai mencoba untuk mengucapkan dua kalimat syahadat … setiap saya ucapkan “asyha … hingga tenggorokan seakan-akan ada tangan tak terlihat memegang pada tenggorokanku yang mencegah saya dari pengucapannya … Aku kembali mencoba dengan kesungguhan … “Asyha” … “Asyha” … Dan hatiku berteriak Tuhanku aku kembali … Tuhanku aku kembali … Jam … Menit … Sekejap … Tapi tidak …
Saya mulai kehilangan semua perasaan… saya diliputi kegelapan aneh … Dan kehilangan kesadaran dan aku tahu akhir hidupku … dan saya mernyesal akhir yang seperti ini, na’udzu billah …
Sampai di sini cerita ini tampak sangat menyedihkan … Tetapi rahmat Allah itu meliputi segala sesuatu …
Tiba-tiba, udara masuk ke dadaku lagi … Dan kegelapan telah diangkat … Dan saya membuka mata untuk menemukan pelatih menyelam agar memasang pipa udara di mulut saya … Mencoba untuk menyelamatkan hidup, dan kami masih dalam perut laut …
Aku melihat senyum di wajahnya … Saya memahami mereka yang tahu bahwa saya baik-baik saja … Dan hati saya, lidah saya dan setiap sel dalam tubuh saya, dan ruhku dapat mengucapkan…
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah … Segala puji bagi Allah … Segala puji bagi Allah … Segala puji bagi Allah … Tiba-tiba, hati saya berbicara kepada saya, dan berkata: “Tuhan telah mengasihanimu karena doa ibumu untukmu…maka hati menasehatiku …
Aku keluar dari dalam air saudara-saudara … sebagai orang lain … Aku benar-benar berbuat dan berkata lain … Pandangan hidupku telah menjadi sesuatu yang lain … Di sini saya terima kasih kepada Allah, sekarang menjadi orang yang hanya punya satu harapan kepada yang maha Tunggal lagi Maha Memaksa, … agar dapat mengakhiri hidup dengan kalimat syahadat yang hanya sekejap ketika sekarat yang saya tahu betul berkumur saat itu aku tahu betul … pemuda yang ingin menjadi seperti yang disebutkan dalam surat Ar Rahman dalam kitab suci kata – Yang Maha Kuasa – dalam QS Maryam:.
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً (59) إِلاَّ مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ شَيْئاً (60) جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيّاً)…
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,(59)
Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,(60)….
Untuk tujuan ilmu: setelah peristiwa itu Saya sendiri kembali ke tempat yang sama di dalam perut laut dan bersujud kepada Allah Yang Maha Kuasa – sebagai sujud syukur, ketaatan, kesetiaan,… Di tempat yang saya tidak mengira ketika saya masih lupa sebelum aku kembali menyembah Allah – Yang Maha Kuasa -… dengan harapan tempat itu menjadai saksi di hari kiamat maka dengan rahmat-Nya saya bersujud dalam perut laut dan semoga di hari nanti dapat masuk surga-Nya Amin …
Kelembutan adalah Buah ketaatan dan cinta .. maka semua orang yang taat kepada Allah adalah lembut… dan semua yang menentang Allah adalah kejam.
Pengalaman Hidayah Seorang Pemuda Arab
Sumber :
http://www.almeshkat.net/books/open.php?cat=25&book=371

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s